makalah perkembangan individu

8 10 2012

DISUSUN OLEH :

KETUA      : ESIR RUNGGANG

ANGGOTA:

–         ANDRI  PATIUNG

–         DELVIANTI

–         HERMAWANTO

–         JULITA DAMMIN

–         LIN PATIMAN

KELAS     : B1

JURUSAN: MATEMATIKA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan tugas makalah ini.
Atas karunia-Nya pula kami telah membuahkan hasil penulisan makalah yang berjudul  “PERKEMBANGAN INDIVIDU”. Dalam penulisan makalah ini banyak sekali kekurangan, oleh karena kami selalu bersedia untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca yang sifatnya membangun demi kelengkapan makalah ini. Makalah ini mungkin tidak terselesaikan tanpa bantuan pihak lain, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Atas semua bantuan-bantuan kami mengucapkan terima kasi. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, baik bagi penulis sendiri maupuan bagi para pembaca.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1. Pengertian Perkembangan ……………………………………………………………………………1
2. Ciri-ciri umum perkembangan individu ………………………………………………………………2
BAB II PEMBAHASAN
MEMAHAMI PERKEMBANGAN INDIVIDU………………………………………………………..4
A. Model Pentahapan Perkembangan Individu……………………………………………………………4
B. Tugas-tugas Perkembangan Individu…………………………………………………………………4
C. Hukum-hukum Perkembangan Individu………………………………………………………………5
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………..14

BAB I
PENDAHULUAN

Tugas yang berat dan harus kita lakukan adalah bagaimana mempersiapkan seorang anak untuk hidup dalam lingkungan yang selalu dinamis dan penuh kompetitif dengan perubahan yang luar biasa akibat ledakan bom komunikasi dan informasi yang tak kenal waktu.
Pertumbuhan dan perkembangan anak dibahas oleh penulis sebagai permasalahan yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas belajar anak. Hasil penelitian pun membuktikan bahwa pertumbuhan dan perkembangan mempunyai hubungan dengan aktivitas belajar. Setiap fase pertumbuhan dan perkembangan memberikan andil siap tidaknya anak belajar. Fase-fase mana yang memberikan ciri-ciri khas terhadap anak. Karakteristik masa anak dan masa remaja memberikan wawasan kebijakan yang diambil guru. Intervensi dini mutlak dilakukan dengan cara memberikan lingkungan sekolah yang kreatif terhadap anak berbakat.

1. Pengertian Perkembangan

Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.

Yang dimaksud dengan sistematis adalah bahwa perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara satu bagian dengan bagian lainnya, baik fisik maupun psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Contoh : kemampuan berbicara seseorang akan sejalan dengan kematangan dalam perkembangan intelektual atau kognitifnya. Kemampuan berjalan seseorang akan seiring dengan kesiapan otot-otot kaki. Begitu juga ketertarikan seorang remaja terhadap jenis kelamin lain akan seiring dengan kematangan organ-organ seksualnya.
Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan meluas, baik secara kuantitatif (fisik) mapun kualitatif (psikis). Contoh : perubahan proporsi dan ukuran fisik (dari pendek menjadi tinggi dan dari kecil menjadi besar); perubahan pengetahuan dan keterampilan dari sederhana sampai kepada yang kompleks (mulai dari mengenal huruf sampai dengan kemampuan membaca buku).
Berkesinambungan artinya bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan. Contoh : untuk dapat berdiri, seorang anak terlebih dahulu harus menguasai tahapan perkembangan sebelumnya yaitu kemampuan duduk dan merangkak.
Lebih jauh lagi, Syamsu Yusuf (2003) memerinci, beberapa prinsip perkembangan individu,yaitu:
a. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti’

b. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.

c. Perkenbangan terjadi pada tempo yang berlainan.

d. Setiap fase perkembangan mempunyai cirri khas.

e. Setiap individu normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan.

f. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu.

Yelon dan Winstein (Syamsu Yusuf,2003) mengemukakan tentang arah atau pola perkembangan sebagai berikut

  1. Cephalocaudal & proksimal-distal (perkembangan manusia itu mulai kepala ke kaki dan dari tengah (jantung,paru dan sebagainya) ke samping (tangan).

2. Struktur mendahului fungsi’

3. Diferensi ke integrasi.

4. Dari konkret ke abstrak.
5. Dari egosentis ke perspektivisme.
6. Dari outer control ke inner control.

2. Ciri-Ciri Umum Perkembangan Individu
Perkembangan individu mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut :

  1. Terjadinya perubahan dalam aspek :
  •  Fisik; seperti : berat dan tinggi badan.
  • Psikis; seperti : berbicara dan berfikir.
  1. Terjadinya perubahan dalam proporsi.
    • Fisik; seperti : proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya.
    • Psikis; seperti : perubahan imajinasi dari fantasi ke realistis.
  2.  Lenyapnya tanda-tanda yang lama.
    • Fisik; seperti: rambut-rambut halus dan gigi susu, kelenjar thymus dan kelenjar pineal.
    • Psikis; seperti : lenyapnya masa mengoceh, perilaku impulsif.
  3.  Diperolehnya tanda-tanda baru
  • Fisik; seperti : pergantian gigi dan karakteristik sex pada usia remaja, seperti kumis dan jakun pada laki dan tumbuh payudara dan menstruasi pada wanita, tumbuh uban pada masa tua.
  • Psikis; seperti berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berkaitan dengan sex, ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral dan keyakinan beragama.

BAB II
PEMBAHASAN
MEMAHAMI PERKEMBANGAN INDIVIDU

 

  1.  Model Pentahapan Perkembangan Individu

Memperhatikan kompleksitas dari sifat perkembangan individu, maka kepentingan studi para ahli telah mencoba mengembangkan model pentahapan (stages) mengenai proses perkembangan. Para ahli mengemukakan pendapat tentang model-model pentahapan yang beragam, yang secara garis besarnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga pendekatan yaitu pendekatan biologis, didaktis, dan psikologis. Untuk memudahkan kita memahami tahapan perkembangan tersebut Ellizabeth Hurlock secara lengkap telah membagi tahapan perkembangan manusia dalam sepuluh tahapan / masa perkembangan, yaitu :

1)      Masa sebelumlahir (Prenatal) selama 280 hari

2)      Masa bayi baru lahir (new born) 0,0 – 2,0 minggu

3)      Masa bayi ( baby hood ) 2 minggu – 2,0 tahun

4)      Masa kanak-kanak awal (early childhood) 2,0 – 6,0 tahun

5)      Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6,0 – 12,0 tahun

6)      Masa puber (puberty) 11,0 / 12,0 – 15,0 / 16,0

7)      Masa remaja (adolescence) 15,0 / 16,0 – 21,0 tahun

8)      Masa dewasa awal (early adulthood) 21,0 – 40,0 tahun

9)      Masa dewasa madya (middle adulthood) 40,0 – 60,0 tahun 10) Masa usia lanjut (later adulthood) 60,0 – …

Dari pembagian tahapan perkembangan diatas berarti bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan anak itu berlangsung sejak masa prenatal sampai anak selesai remaja.
B. Tugas-tugas Perkembangan Individu Tugas perkembangan
adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada setiap tahapan atau periode kehidupan tertentu. Apabila ia berhasil ia mencapainya maka ia bahagia, tetapi sebaliknya apabila ia gagal akan kecewa dan dicela oleh orang tua atau masyarakatnya serta proses perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. Menurut Robert Y.Havighust, tokoh yang merumuskan konsep ini mengemukakan banwa yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan terseut adalah : kematangan fisik, tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai serta aspirasi individu. Pembagian tugas-tuhgas pekembangan serta masing-masing fase atau tahapan adalah sebagai berikut :

  1. Masa bayi dan anak kecil Untuk Belajar berjalan ü Belajar makan makanan padat ü Belajar berbicara ü Pelajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh ü Mencapai stabilitas fisiologi ü Belajar kontak perasaan dengan orang tua, keluarga dan orang-orang luar. ü Belajar mengetahui mana yang benar dan masa yang slah serta mengembangkan kata hati.
  2. Masa anak sekolah ü Belajar ketangkasan ü Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism yang sedang tumbuh. ü Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya ü Belajar peran jenis kelamin ü Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis dan berhitung. ü Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan kehidupan sehari-hari. ü Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai. ü Belajar membebaskan ketergantungan diri ü Mengembangkan sikap sehat terhadap kelonpok dan lembaga-lembaga.
  3. Masa remaja ü Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara wfwktif ü Menerima peranan social jenis kelamin sebagai pria atau wanita ü Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social ü Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya ü Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki ü Perkembangan skala nilai ü Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih akurat ü Persiapan mandiri secara ekonomi ü Pemilihan dan latihan jabatan ü Mempersiapkan perkawinan dan keluarga Setiap perkembangan manusia berlangsung secara bertahap sejak konsepsi sampai mati. Agar setiap tugas perkembangan, anak dapat menyelesaikan setiap tugas perkembangan dengan baik diperlukan bantuan/bimbingan yang lebih baik, diperlukan bantuan/bimbingan yang lebih baik dari pihak pendidik.(orang tua dan guru) oleh karena itu setiap pendidik harus mengetahui tugas-tugas perkembangan yangharus diselesaikan anak pada setiap tahap perkembangannya.
    1.  Hukum-hukum Perkembangan Individu

Bagaimana proses-proses perkembangan berlangsung, apakah berjalan dengan mulus saja, ataukan kadang-kadang terdapat krisis pada waktu-waktu tertentu, apakah ada percepatan-percepatan atau pengulangan-pengulangan, disinilah para ahli bermacam-macam tujuannya sehingga melahirkan berbagai acuan atau hukum-hukum perkembangan yang merupakan lawaqn dari fakta. Menurut Shamrock (1998), teori adalah “ a coherent set of ideas that help explain data and make predication. A theory contain hypothesis, assumption that can be tasted to determine their accuracy. “ jadi sebenarnya teori adalah hipotesis yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti sehingga perlu dikaji lebih lanjut untuk menentukan akurasinya. Apabila dalam pengujian materi itu ternyata benar, maka ia menjadi fakta, setidaknya-tidaknya ada dua peranan penting dari teori perkembangan (Miller, 1993) yaitu :
a) Mengorganisir dan member makna terhadap fakta-fakta atau gejala-gejala perkembangan
b) Memberikan pedoman dalam melakukan penelitian dan menghasilkan informasi baru.
1. Hukum bertahandan berkembang sendiri Teori dan hokum perkembangan itu antara lain adalah :
a. Dorongan bertahan yang bertujuan untuk memelihara/mempertahankan diri agar tepat survival.
b. Dorongan untuk bekembang sendiri, yang bertujuan untuk berkembang sendiri untuk mencari kepandaian, pengalaman, atau pengetahuan baru, yang terlihat dalam tingkah laku konservasi dan bermain. Kedua dorongan tersebut selalu bekerja sama dalam menggerakkan anak menjalin perkembangannya.

  1. Hukum tempo perkembangan Perkembangan anak satu dengan anak yang lainnya berbeda-beda. Ada yang tingkat perkembangannya serba cepat (cepat merangkak, cepat belajar berjalan,cepat berbicara dan lain-lain) sementara da pula anak yang Nampak selalu lambat dalam mencapai kemampuan-kemampuan tersebut. Cepat atau lambatnya perkembangan anak disamping potensi yang dibawanya sejak lahir, kesehatan dan gizi ikut pula mempengaruhinya.
  2. Hukum sarana perkembangan
    Disamping perkembangan itu mempunyai temponya masing-masing, ada juga yang mempunyai irama tertentu. Berlangsungnya perkembangan fungsi-fungsi pada anak tidaklahs elalu berjalan lurus, teptapi berliku-liku, bisa melompat-lombatdan penuh kegoyangan, kadang-kadang kita saksikan seseorang anak dapat berjalan denganc epat, kemudian tertegun/terhenti, kemudian berlangsung lagi dengan cepat. Ada anak yang kelihatan cepat belajar berbicara dalam beberapa minggu, kemudian waktu-waktu berikutnya terhenti dan ketinggalan jika dibandingkandengan teman-temannya. Irama perkembangan itu bukan saja berbeda dari anak yang satu degan anak yang lainnya, tetapi yang berbeda atau terjadi antara fungsi yang satu dengan fungsi yang lain pada diri seorang anak. Ada fungsi jasmaninya yang berkembang denga cepat tetapi juga aspek fungsi kejiwaan Nampak berjalan dengan lambat. Hal ini dapat kita lihat pada seorang anak yang mulai belajar berjala, akan kelihatan pada perkembangan berbicaranya agak terhenti, dan jika berjalan itu telah dikuasainya maka perkembangan berbicaranya kelihatan maju lagi dengan cepat. Disini jelas terdapat keadaan seperi seperti kejar-kejaran bagaikan gelombang, pada satu fungsi ada yang nenaikkan dan pada fungsi yang lain ada yang terhenti atau turun.
  3. Hukum Masa Peka
    Yang dimaksud dengan masa peka adalah suatu masa dimana suatu fungsi berada pada perkembangan yang baik dan pesat, jika dibandingkan dengan masa-masa lainnya. Setiap fungsi hanya mengalami sekali saja datanya masa peka. Oleh karena itu harus dilayani dan diberi kesempatan untuk berkembang dengan sebaik-baiknya. Hanya saja untuk mengetahui datangnya masa peka itu tidaklah mudah, kecuali apabila kita rajin memperhatikan perubahan tingkah laku anak setiap hari. Sebagai contoh : masa peka untuk berjalan umumnya pada tahun kedua, masa peka untuk menggambar pad tahun kelima, masa peka untuk perkembangan ingatan logis pada tahun 12 atau 13 dan sebagainya. Montessori pernah mengembangkan system pendidikan kearah penemuan masa peka pada anak didik. Di sekolah Montessori disediakan berbagai macam permainanan anak dan anak diberinya kebebasan memilih sendiri permainan yang dia sukai. Apabila minat anak Nampak kearah pada permainan tertentu, lalu dicari dan ditentukan bahwa anak tersebut sudah peka terhadap suatu fungsi.
  4. Teori RekapitulasiTeori Masa Mendatang
  5. Teori Pembelajaran dan Penemuan E. Fakta-fakta Perkembangan Individu

Loevenger sebagaimana dikemukakan oleh Sunaryo dkk (2003) mengemukakan tentang fase-fase perkembangan individu serta cirri-cirinya, yaitu :

–          Tahap

–          Ciri-Ciri

–          Inspulsif

  1. Identitas diri terpisah darui orang lain
    2. Bergantung pada lingkungan
    3. Beorientasi hari ini.
    4.Individu tidak menempatkan diri sebagai penyebab perilaku
  2. Ada (4) Perlindungan diri yaitu :

1)      Peduli terhadap control dan keuntungan yang dapat diperoleh dari behubungan dengan orang lain.

2)      Mengikuti aturan secara oportunistik dan hedonistic

3)      Berpikir tidak logis dan stereotip

4)       Melihat kehidupan sebagi “zero-sum game”

5)       Cenderung menyalahkan dan mencela orang lain

  1. (5) Komformistik

1)      Peduli terhadap penampilan diri

2)      Berfikir sterotip dan klise.

3)      Peduli akan aturan eksternal

4)      Bertindak dengan motif dangkal

5)      Menyamakan diri dalam ekspresi emosi

6)       Kurang intropeksi

  1. Perbedaan kelompok didasarkan ciri-ciri eksternal

1)       Takut tidak diterima kelompok

2)      Tidak sensitive terhadap keindividualan

3)      Merasa berdosa jika melanggar aturan

  1. (6) Seksama

1)      Bertindak atas dasar nilai internal

2)      Mampu melihat diri sebagai pembuat pilihan dan pelaku tindakan

3)      Mampu melihat keragaman emosi, motif, dan perspektif diri

4)       Peduli akan hubungan mutualistik

5)      Memiliki tujuan jangka panjang

6)      Cenderung melihat peristiwa dalam konteks social

  1. (7) Individualistik

1)      Peningkatan kesadaran individualitas

2)      Kesadaran akan konflik emosional antara kemandirian dengan ketergantungan.

3)      Menjadi lebih toleran terhadap diri sendiri dan orang lain

4)      Mengenal eksistensi perbedaan individual

5)      Mampu bersikap toleran terhadap pertentangan dalam kehidupan

6)      Membedakan kehidupan internal dan kehidupan luar dirinya

7)      Mengenal kompleksitas dirinya

  1. Otonomi

1)      Memiliki pandangan hidup sebagai suatu keseluruhan

2)      Bersikap realitas dan obyektif terhadap diri sendiri maupun orang lain

3)       Peduli akan paham abstrak, seperti keadilan social

4)       Mampu mengitegrasikan nilai-nilai yang bertentangan

5)      Peduli akan self fulfillment

6)       Ada keberanian untuk menyelesaikan konflik internal

7)      Resfek terhadap kemandirian orang lain

8)      Sadar akan adanyan saling ketergantungan dengan orang lain

9)      Mampu mengekspresikan perasaan dengan penuh keyakinan dan keceriaan
Dengan memperhatikan fase dan ciri-ciri perkembangan di atas, Sunaryo, dkk, telah mengembangkan suatu instrument untuk melacak tugas-tugas perkembangan individu. Yang dikenal dengan sebutan Inventori Tugas Perkembangan (ITP).

Selanjutnya, dengan merujuk pada pemikiran Syamsu Yusuf (2003), dibawah ini dikemukakan tahapan perkembangan individu dengan menggunakan pendekatan didaktis.
a. Masa Usia Pra Sekolah
Masa Usia Pra Sekolah terbagi dua yaitu (1) Masa Vital dan (2) Masa Estetik

1)      Masa Vital; pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Untuk masa belajar pada tahun pertama dalam kehidupan individu , Freud menyebutnya sebagai masa oral (mulut), karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan merupakan alat untuk melakukan eksplorasi dan belajar.Pada tahun kedua anak belajar berjalan sehingga anak belajar menguasai ruang, mulai dari yang paling dekat sampai dengan ruang yang jauh. Pada tahun kedua umunya terjadi pembiasaan terhadap kebersihan. Melalui latihan kebersihan, anak belajar mengendalikan impuls-impuls atau dorongan-dorongan yang datang dari dalam dirinya.

2)      Masa Estetik; dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Anak bereksplorasi dan belajar melalui panca inderanya. Pada masa ini panca indera masih sangat peka.
b. Masa Usia Sekolah Dasar

Masa Usia Sekolah Dasar disebut juga masa intelektual, atau masa keserasian bersekolah pada umur 6-7 tahun anak dianggap sudah matang untuk memasuki sekolah. Masa Usia Sekolah Dasar terbagi dua, yaitu : (a) masa kelas-kelas rendah dan (b) masa kelas tinggi.
Ciri-ciri pada masa kelas-kelas rendah(6/7 – 9/10 tahun) :
1. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi.
2. Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.
3. Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.
4. Membandingkan dirinya dengan anak yang lain.
5. Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.
6. Pada masa ini (terutama usia 6 – 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.
Ciri-ciri pada masa kelas-kelas tinggi (9/10-12/13 tahun) :

  1. Minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret.
  2. Amat realistik, rasa ingin tahu dan ingin belajar.
  3. Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal atau mata pelajaran khusus sebagai mulai menonjolnya bakat-bakat khusus.
  4. Sampai usia 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas usia ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya.
  5. Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran tepat mengenai prestasi sekolahnya.
  6. Gemar membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama. Dalam permainan itu mereka tidak terikat lagi dengan aturan permainan tradisional (yang sudah ada), mereka membuat peraturan sendiri.
  7. Masa Usia Sekolah Menengah

Masa usia sekolah menengah bertepatan dengan masa remaja, yang terbagai ke dalam 3 bagian yaitu :

  1. masa remaja awal; biasanya ditandai dengan sifat-sifat negatif, dalam jasmani dan mental, prestasi, serta sikap sosial,
  2. masa remaja madya; pada masa ini mulai tumbuh dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. Pada masa ini sebagai masa mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung dan dipuja.
  3. masa remaja akhir; setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapai masa remaja akhir dan telah terpenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja, yang akan memberikan dasar bagi memasuki masa berikutnya yaitu masa dewasa.

d. Masa Usia Kemahasiswaan (18,00-25,00 tahun)

Masa ini dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya, yang intinya pada masa ini merupakan pemantapan pendirian hidup.

2. Prinsip-Prinsip Perkembangan Inidividu
Prinip- prinsip perkembangan individu, yaitu :
1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
2. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.
3. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
4. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
5. Setiap individu normal akan mengalami tahapan perkembangan.
6. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu.
7. Bagaimana pola atau arah perkembangan inidividu?
Arah atau pola perkembangan sebagai berikut :

  1. Cephalocaudal & proximal-distal (perkembangan manusia itu mulai dari kepala ke kaki dan dari tengah (jantung, paru dan sebagainya) ke samping (tangan).
  2. Struktur mendahului fungsi.
  3. Diferensiasi ke integrasi.
  4. Dari konkret ke abstrak.
  5.  Dari egosentris ke perspektivisme.
  6.  Dari outer control ke inner control.
  7. Tugas Perkembangan Individu

Havighurst (1961) mengemukakan bahwa : “ A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the individual, succesful achievement of which leads to his happiness and to success with later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disaproval by society, difficulty with later task.
Tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa bayi dan kanak – kanak awal (0,0–6.0) adalah :
1. Belajar berjalan pada usia 9.0 – 15.0 bulan.
2. Belajar memakan makan padat.
3. Belajar berbicara.
4. Belajar buang air kecil dan buang air besar.
5. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.
6. Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.
7. Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.
8. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang lain.
9. Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.

Tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa kanak – kanak akhir dan anak sekolah (0,0–6.0) adalah :
1. Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan.
2. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis.
3. Belajar bergaul dengan teman sebaya.
4. Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.
5. Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.
6. Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari.
7. Mengembangkan kata hati.
8. Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi.
9. Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.
Tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa remaja (21,0–21.0) adalah :
1. Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.
2. Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita.
3. Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.
4. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
5. Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.
6. Memilih dan mempersiapkan karier.
7. Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.
8. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara.
9. Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.
10. Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk/pembimbing dalam berperilaku.
Tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa dewasa awal (21,0–dst) adalah :
1. Memilih pasangan.
2. Belajar hidup dengan pasangan.
3. Memulai hidup dengan pasangan.
4. Memelihara anak.
5. Mengelola rumah tangga.
6. Memulai bekerja.
7. Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.
8. Menemukan suatu kelompok yang serasi.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Gasong, Dina.              . Dimensi Psikologi Dalam Pendidikan. Penerbit : CV. SULO. Rantepao
  2. Sudrajat,Akhmad. 2008. http://www.psb psma.org/content/blog/perkembangan-individu di kutip tanggal 24 April 2009.
  3. Yong’s. 2008. http://nurulzainab.blogspot.com/2009/01/hakikat-perkembangan.html. di kutif tanggal 24 April 2009.
  4. Bahri Syaiful, 2002 Psikologi Belajar. Rineka Cipta. Jakarta

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: