RPP SMA/SMK AGAMA KRISTEN KELAS XI SEMESTER GANJIL

8 10 2012

RENCANA PALAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP 1)

              Satuan Pendidikan    : SMK KRISTEN Makale Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen Kelas/Semaster          : X1/1 Alokasi Waktu                       : 4x 45 menit Standar Kompetensi               : Mampu menidentifikasikan nilai-nalai Kristiani yang    dipeprhadapadengan gaya hidup modern dengan perkembangan  IPTEK dan mewujudkannya dalam hidup keseharian. Kompetensi Dasar                   : Siswa mampu mengidentifikasikandan mewujudkan nilai-nilai  Kritiani  didalam hidupnya KKM                                        : 75 Nilai Karakter Bangsa             : Religius, Tanggungjawab, Santun,Disiplin Percaya Diri Indikator        :

  • Menjelaskan perbedaan antara nilai dan norma.
  • Mendaftarkan nilai-nilai dan norma yang berlaku secara umum
  • Mengidentifikasi nilai-nilai Kristiani didalam hidup sehari-hari
  • Menuliskan norma-norma yang sesuai dengan nilai-nilai kristiani
  • Menunjukkan nilai Kristiani dalam hidup sehari-hari

I.Tujuan Pembelajaran          :

  • Siswa dapat menjelasakan perbedaan antara nialai dan norma
  • Mendaftarkan nilai-nilai dan norma yang berlaku secara umum
  • Mengidentifikasi nilai-nilai Kristiani didalam hidup sehari-hari
  • Menuliskan norma-norma yang sesuai dengan nilai-nilai kristiani
  • Menunjukkan nilai Kristiani dalam hidup sehari-hari

II.Materi Pokok                      :  Bersikap kritis terhadap nilai-nilai universal didalam masyarakat –          Pengendalian diri –          Berani membela yang benar –          Rendahati –          Kebaikan –          Setia dan bertanggung jawab –          Damai –          Adil III.Metode pembelajaran      : Tanya jawab,diskusi,cerama,Roleplay. IV.Strategi Pembelajaran

Tatap Muka Terstruktur Mandiri
Membaca ayat-ayat Alkitab : Amos 5 : 21-24,Matius 5: 9 Roma 12:3,Galatia 5:22Filipi 2 : 1-8 dikaitkan dengan nilai-nilai universal yang berlaku dalam masyarakat Menuliskan contoh nilai yang berlaku secara universal dalam masyarakat dan melakukan roleplay dari sala satu nilai tersebut Membuat Kliping tentang  contoh nilai dan norma yang terjadi dalam masyarakat

  V.Lankah-langka pembelajaran:           Pertemuan 1                  a. Kegitan awal(15 menit)

  • Menyanyi/Berdoa
  • Menyampaikan topik pelajaran pertama dan tujuan pembelajaran.

b.Kegiatan Inti (55 menit)             Eksplorasi

  • Guru mempersiapkan siswa dan menarik perhatian siswa untuk belajar
  • Guru menjelaskan secara kreatif tentang materi yang akan dipelajari
  • Guru membagi siawa dalam beberapa kelompok

Elarobasi

  • Siswa berkelompok mendaftarakan sebanyak mungkin nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
  • Guru memberikan kesempatan masing-masing kelompok memeilih salah satu nilai yang dianggap menarik
  • Siswa melakukan Rolplay dan alasan memilih nilai tersebut
  • Siswa diminta menuliskan pemahaman pribadinya tentang nilai dan norma
  • Memeriksa jawaban-jawaban siswa sebagai acuan untuk menjelaskan Kegiatan lebih lanjut
  • Guru bertanyajawab tentang perbedaan niali dengan norma
  • Siswa menjawab pertanyaan guru

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan setiap gagasan siswa
  • Siswa menjawab  pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan

c.Kegiatan akhir(15 menit)

  • Meminta pertanyaan dan tanggapan siswa
  • Menyanyi/berdoa

Pertemuan 2 a.Kegitan awal(15 menit)

  • Menyanyi/berdoa
  • Review materi lalu
  • Menyampaikan materi sumber bahan

  b.Kegiatan inti(60 menit)Eksplorasi

  • Guru mempersiapkan siswa untuk belajar
  • Guru menarik perhatian siswa dengan memberikan kesempatan kepada siswa membaca Alkitab tentang kejatuhan manusia kedalam dosa (Kej 3: 1-8)
  • Meminta siswa mengidentifikasi setiap masalah yang ditemukan

Elaborasi

  • Siswa merumuskan sikap Alkitabiah terhadap nilai dan norma yang berlaku dalam masyrakat.
  • Siswa aktif membaca dan memahami bagian Alkitab yang ditunjuk Amos 5:21-24, Matius 5:9,57 Matius 22:37-40, Roma 12:3, Galatia 5:22-23 dan Filipi 2:1-28
  • Menyampaikan penjelasan tambahan tentang materi.

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan
  • Tanya jawab tentang materi
  • Siswa menulis rangkuman sebagai pesan akhir setiap materi

 c.Kegiatan akhir(15 menit)

  • Guru memberikan penegasan untuk terus mengembangkan kemampuan hidup kritis, bertanggung jawab, santun, disiplin dan percaya diri
  • Siswa ditugaskan membuat kliping tentang niali dan norma
  • Guru memberikan informasi pelajaran berikutnya

VI.Alat/bahan dan sumber belajar. Alkitab,suluh bsiswa,dewasa dalam Kristen. VII.Penilaian   dan program tindak lanjut Prosedur penilaiaan

  1. Penilaian kognitif

Jenis     : Tugas individu Bentuk : uraian b.Penialaian afektif Bentuk lembar pengamatan sikap siswa(terlampir) Insrumen PenilaiaanSoal ulangan   : terlampir Lembar Pengamatan sikap siswa Penilaian :

  1. teknik                                        : Tes Tertulis
  2. Bentuk instrumen                      : Essay
  3. Instrument Soal
No Rumusan Soal Skor
1 Jelaskan perbedaan antara nilai dan norma 30
2 Tuliskan norma-norma yang sesuai dengan nilai-nilai kristiani 40
3 Tunjukkan nilai Kristiani dalam hidup sehari-hari 30
  1. 4.      Kunci Jawaban
No Kunci Jawaban Skor
1 30
2 40
3 30

Program tindak lanjut

  • Siswa yang memperole Nilai KD < KKM mengikuti program pembelajaran remedial
  • Siswa yang memperole Nilai KD > KKM mengikuti program pemayaan.

Makale,  Juli 2011 Kepalah SMK KRISTEN Makale                                                                Guru Mata Pelajaran Dra. PAULINA PALA’BURAN, MM                                                             ROSALINA TARUK ALLO, S.ThNip.1961123 198603 2 072                                                                   Nip.196602 1720000 3 2002

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PALAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP 2)

              Satuan pendikan       : SMK KRISTEN  Makale Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen Kelas/Semaster          : X1/1 Alokasi Waktu                       : 4x 45 menit Standar Kompetensi             :          Mampu menidentifikasikan nilai-nalai Kristiani yang    diperhadapadengan gaya hidup modern dengan perkembangan IPTEK dan mewujudkannya dalam hidup keseharian. Kompetensi Dasar                 :          Siswa mampu mengidentifikasikandan mewujudkan nilai-nilai Kritiani didalam hidupnya KKM                                        : Nilai Karakter Bangsa             :  Religius, jujur, santun, Percaya diri, Menghargai keberagaman, social, sadar akan hak dan kebawajiban. Indikator                              :

  • Menjelaskan pengertian nial- nilai Kristiani
  • Mengidentifikasi nilai-nilai Kristiani didalam hidup sehari-hari
  • Menuliskan nilai-nilai dalam masyarakat berdasarkan nilai-nilai Kristiani
  • Menunjukkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

I.Tujuan Pembelajaran          :

  • Siswa mampu  menjelasakan pengertian   nialai Kristiani
  • Siswa mampu mengidentifikasi nilai-niali Kristiani dalam kehidupan sehri-hari.
  • Siswa mampu menuliskan nilai-nilai dalam masyarakat berdasarkan nilai Kristiani
  • Siswa mampu menunjukkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari

II.Materi Pokok                      :  Iman Kristen dan nilai-nilai Kristiani, – Mengasihi Musuh (Matius 5:44, Yohanes 3:16,Lukas 23:24, Yohanes 8:1-11 dan Matius 18:21-25) – Rela berkorban (Yohanes 15:12-13) – Setia (Matius 25:14-30) – Takut akan Tuhan (Ma mur 112:1) – Monogami (Kej 2:24-25, Efesus 5:22-23) – Tanpa pamri (Lukas 17:7-10) – Tidak Kuatir (Matius 6:25-34) III.Metode pembelajaran      :  Cerama,Tanya jawab dan diskusi. IV.Strategi Pembelajaran       :

Tatap Muka Terstrutur Mandiri
Menganalisis beberapa nilai Kristiani membandingkannya  dengan nilai-nilai universal Menuliskan jenis-jenis pelanggaran yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari baik pelanggaran terhadap nilai maupun norma Diskusi kelompok membahas soal yang ada dalam buku Siswa

  IV.Lankah-langka pembelajaran      :           Pertemuan 3                  a. Kegitan awal(15 menit)

  • Menyanyi/Berdoa
  • Siswa kembali ke kelompok dan bersikapmempresentasiakn tugas pelajaran sebelumnya

b.Kegiatan Inti (65 menit)Eksplorasi

  • Siswa mempresentasikan tugas minggu lalu
  • Bertanya tentang hal-hal yang kurang jelas dari hasil diskusi
  • Guru mengkomunikasikan garis besar KD terkait dengan kegiatan yang baru dilaksanakan serta mengaitkan dengan pembelajaran selanjutnya

Elaborasi

  • Siswa menganalisis niali Kristiani dan membandingkannya dengan nilai universal dalam masyarakat
  • Penjelasan tambahan tentang pendapat siswa jika masih dibutuhkan

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan dari setiap gagasan siswa
  • Tanya jawab tetang kesulitan atau keraguan siswa
  • Siswa menjawab pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan

c.Kegiatan akhir(10 menit)

  • Pemberian tugas untuk pelajaran berikutnya
  • Berdoa

Pertemuan 4 a.Kegitan awal(15 menit)

  • Menyanyi/berdoa
  • Siswa dibagi kembali  kedalam kelompok

  b.Kegiatan inti(60 menit)Eksplorasi

  • Siswa dipersiapkan untuk belajar dan guru menarik perhatian siswa dengan memberikan kesempatan kepada siswa membaca alkitab yang berisi nilai-nilai Kristiani

Elaborasi

  • Siswa mengerjakan tugas dalam buku siswa dan menganalisis niali dan norma pendukungnya berdasarkan niali-nialai kristiani.
  • Siswa diminta menuliskan jenis-jenis pelanggaran yang sering terjadi dalam masyarakat kemudian menuliskan akibat dari tindakan tersebut
  • Guru memberikan penjelasan tambahan

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan materi
  • Tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
  • Meminta tanggapan dan pertanyaan dari pertanyaan dari siswa dan pertanyaan di arakan pada siswa lain baru dilengkapi oleh guruh.
    • Guru menyampaikan pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik

 c.Kegiatan ahir(15 menit)

  • Bemberian tugas
  • Guru memberikan informasi tentang pembelajaran berikutnya
  • Menyanyi/Berdoa

V.Alat/bahan dan sumber belajar. Alkitab,suluh siswa,dan bernilai  dalam Kristen. VI.Penilaian    dan program tindak lanjut Prosedur penilaiaan a.Penilaian kognitif Jenis     : Tugas individu Bentuk : uraian b.Penislaian afektif Bentuk lembar pengamatan sikap siswa(terlampir) Insrumen PenilaiaanSoal ulangan   : terlampir Lembar Pengamatan sikap siswa Penilaian :

  1. teknik                                        : Tes Tertulis
  2. Bentuk instrumen                      : Essay
  3. Instrument Soal
No Rumusan Soal Skor
1 Jelaskan pengertian nial- nilai Kristiani 30
2 Tuliskan nilai-nilai dalam masyarakat berdasarkan nilai-nilai Kristiani 40
3  Tunjukkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. 30

 

  1. 8.      Kunci Jawaban
No Kunci Jawaban Skor
1 30
2 40
3 30

Program tindak lanjut

  • Siswa yang memperole Nilai KD < KKM mengikuti program pembelajaran remedial
  • Siswa yang memperole Nilai KD > KKM mengikuti program pemayaan

Makale, Juli 2011 Mengetahui, Kepalah SMK KRISTEN Makale                                                           Guru Mata Pelajaran Dra. PAULINA PALA’BURAN, MM                                                             ROSALINA TARUK ALLO, S.ThNip.1961123 198603 2 072                                                                   Nip.196602 1720000 3 2002

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PALAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP 3)

              Satuan pendikan       : SMK KRISTEN Makale Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen Kelas/Semaster          : X1/1 Alokasi Waktu                       : 4x 45 menit Standar Kompetensi              :         Mampu menidentifikasikan nilai-nalai Kristiani yang    diperhadapadengan gaya hidup modern dengan perkembangan IPTEK dan mewujudkannya dalam hidup keseharian. Kompetensi Dasar                 : Siswa mampu mengidentifikasikandan mewujudkan nilai-nilai Kritiani didalam hidupnya KKM                                        : 75 Nilai Karakter Bangsa            : Kreatif, kritis logis, mandiri, percara diri, menghargai keberagaman, kerja keras dan  bertanggung jawab Indikator        :

  • Mengidentifikasikan pengertian bercermin diri
  • Mengidentifikasikan kelebihan dan kelemahan agar dapat bermakna
  • Menjelaskan konsep bercermin  diri dalam terang Firman Tuhan
  • Menjelaskan cara hidup Kristen:  manusia yang diperbahai
  • Menjelaskan dan menyebutkan buah-buah Roh

I.Tujuan Pembelajaran          :

  • Siswa mampu mengidentifikasi pemgertian bercermin diri
  • Mampu mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan agar dapat bermakna
  • Siswa mampu menjelaskan konsep bercermin dalam terang Firman Tuhan
  • Menjelaskan cara hidup Kristen: manusia yang diperbaharui
  • Menjelaskan dan menyebutkan buah-buah Roh

II.Materi Pokok                    :        –   Bercermin diri –          Kehidupan Kristen manusia yang diperbaharui III.Metode pembelaja                        :  Cerama,Tanya jawab dan diskusi. IV. Strategi Pembelajaran        :

Tatap Muka Terstruktur Mandiri
– Membaca Alkitab Kejadian  1:26-28,Matius 25:19-20,Galatia 5:19-23 -Mengidentifikasi kelebihan dan kelamahan seseorang Menuliskan tentang apa yang diketahui tentang dirinya dan apa yang akan dilakukan kelebihan dan kekurangannya Menuliskan atau membuat komitmen dalam mengambil keputusan dalam melakukan tindakan sesuai dengan nilai Kristiani

IV.Lankah-langka pembelajaran:    a. Kegitan awal(15 menit)

  • Menyanyi/Berdoa
  • Memberi motivasi
  • Memeriksa?mengumpulkan tugas pada minggu lalu
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang akan digunakan

b.Kegiatan Inti (60 menit)             Eksplorasi      

  • Guru memberikan kesempatan siswa membaca kitab  Kejadian Pasal 1 : 26 – 27
  • Siswa diminta mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan seseorang
  • Mendeftarkan hasil temuannya di papan tulis atau pada selembar kertas di papan tulis

Elaborasi

  • Pelajaran di lanjutkan dengan permainan “memperkenalkan diri berkaitan dengan kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya.
  • Guru menyiapkan satu lembar kertas pada lembar tersebut pada lembar tersebut pada halaman 1 dan 2
  • Guru menyuruh siswa menuliskan kelebihan dan kelemahan pada halaman 1
  • Guru menyuruh siswa menukar pekerjaannya dengan siswa lain untuk menuliskan kelebihan dan kelemahan temannya.
  • Siswa membandingkan pendaapat temannya dengan pendapatnya sendiri.
  • Guru menunjuk beberapa siswa tampil kedepan untuk membaca penilaian atas diri sendiri dan penilaian dari temannya

Konfirmasi

  • Tanya jawab tentang makna dari permainan mengenal diri
  • Guru merumuskan kesimpulan dari setiap penilaian siswa terhadap dirinya.
  • Guru menyampaikan pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik dalam pengenalan akan kelebihan dan kelemahannya.
  • Siswa menuliskan rangkuman sebagai pesan akhir dari materi

c.Kegiatan akhir

  • Siswa diberi kesempatan untuk member komentar tentang proses pembelajaran yang baru saja dilewati
  • Penegasan guru untuk terus mengembangkan kemampuan hidup, kristis, kreatif , mandiri, percaya diri menghargai keberagaman dan bertanggung jawab
  • Menyayi “ Give Tanks”/berdoa

Pertemuan 5 a.Kegitan awal(10 menit)

  • Menyanyi/berdoa
  • Memberi motivasi
  • Mengingatkan kembali materi minggu lalu

 b.Kegiatan inti(65 menit) Eksplorasi

  • Setelah mempersiapkan siswa untuk belajar, guru menarik perhatian siswa dengan meminta menuliskan apa yang mereka ketahui tentang dirinya dan apa yang mereka lakukan atas kelebihan dan kelemahan tersebut melalui permainan pada minggu yang lalu.
  • Secara acak siswa ditunjuk membacakan apa yang telah ditulis tentang dirinya.

Elaborasi 

  • Guru memberikan kesempatan siswa membaca kitab  Galatia pasal 5 : 22 – 23
    • Guru memberi penjelasan materi mengenai cerminan diri pada nilai dan norma yang sejalan dengan iman kristen.
    • Siswa diarahkan oleh guru menuliskan atau membuat komitmen atau mengambil keputusan dalam melakukan tindakan sesuai dengan nilai-nilai kristiani.
    • Komitmen yang telah ditulis dimasukkan kedalam amplop yang telah disiapkan dari rumah.

  Konfirmasi

  • Guru menanyakan kembali apa yang mereka ketahui tentang dirinya dan apa yang harus dilakukan atas keleman dan kelebihannya tersebut
  • Guru merumuskan kesimpulan akhir dari materi
  • Siswa menuliskan rangkuman sebagai pesan akhir materi

c.Kegiatan ahir(15 menit)

  • Komentar siswa tentang proses belajar mengajar yang baru saja dilewati
  • Penegasan guru untuk terus mengembangkan Kreatif, kritis logis, mandiri, percara diri menghargai keberagaman, kerja keras dan  bertanggung jawab
  • Guru mengumpulkan semua amplop dari siswa untuk dikirim kealamat siswa(melalui teman dekat)
  • Berdoa

V.Alat/bahan dan sumber belajar. Alkitab,suluh siswa,danbernilai  dalam Kristen. VI.Penilaian    dan program tindak lanjut Prosedur penilaiaan a.Penilaian kognitif Jenis    : Tugas individu Bentuk : uraian b.Penialaian afektif Bentuk lembar pengamatan sikap siswa(terlampir) Insrumen PenilaiaanSoal ulangan   : terlampir Lembar Pengamatan sikap siswa Penilaian :

  1. teknik                                        : Tes Tertulis
  2. Bentuk instrumen                      : Essay
  3. Instrument Soal
No Rumusan Soal Skor
1 Jelaskanlah pengertian bercermin diri 30
2 Sebutkan  masing-masing 3 kelebihan dan kelemahan  dalam diri seseorang 30
3  Kemukakan ke 9 buah-buah Roh Kududs 40
  1. 4.      Kunci Jawaban
No Kunci Jawaban Skor
1 30
2 30
3 40

Makale, Juli 2011 Mengetahui, Kepalah SMK KRISTEN Makale                                                                Guru Mata Pelajaran Dra. PAULINA PALA’BURAN, MM                                                             ROSALINA TARUK ALLO, S.ThNip.1961123 198603 2 072                                                                   Nip.196602 1720000 3 2002

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PALAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP 4)

              Satuan pendikan       : SMK KRISTEN Makale Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen Kelas/Semaster          : X1/1 Alokasi Waktu                       : 4x 45 menit Standar Kompetensi             : Mampu menidentifikasikan nilai-nalai Kristiani yang    diperhadapakan dengan gaya hidup modern dengan perkembangan IPTEK dan mewujudkannya dalam hidup keseharian. Kompetensi Dasar               : Siswa mampu mengidentifikasikan dan mewujudkan nilai-nilai Kritiani didalam hidupnya KKM                                      : 75 Nilai karakter bangsa          : Religious, jujur, tanggung jawab, social, dan adil Indikator                                :

  1. Menjelaskan konsep melalui kehidupan dan sikap Abraham dalam menghadapi berbagai tantangan
  2. Menjelaskan peran Yusuf  yang rela menderita demi mempertahankan kebenaran daripada menikmati kenikmatan sesaat.
  3. Menjelaskan cara kehidupan Daud sebagai tokoh yang sangat akrab dengan Tuhan Allah
  4. Menjelaskan kisah Daniel, seorang yang elok parasnya serta kuat. Ia sangat mematuhi segala hukum dan perintah Allah.
  5. Menjelaskan peran Stefanus sebagai Diakonos yang mati sebagai martir pertama di Yerusalem
  6. Menjelaskan kesetiaan, ketekunan, dan kegigihan Timotius yang membuat Paulus tertarik dan menjadikannya sebagai anak rohaninya.        

I.Tujuan Pembelajaran          :

  1. Siswa dapat menjelaskan konsep melalui kehidupan dan sikap Abraham dalam menghadapi berbagai tantangan
  2. Siswa dapat menjelaskan peran Yusuf  yang rela menderita demi mempertahankan kebenaran daripada menikmati kenikmatan sesaat.
  3. Siswa dapat menjelaskan cara kehidupan Daud sebagai tokoh yang sangat akrab dengan Tuhan Allah
  4. Siswa dapat menjelaskan kisah Daniel, seorang yang elok parasnya serta kuat. Ia sangat mematuhi segala hokum dan perintah Allah.
  5. Siswa dapat menjelaskan peran Stefanus sebagai Diakonos yang mati sebagai martir pertama di Yerusalem
  6. Siswa dapat menjelaskan kesetiaan, ketekunan, dan kegigihan Timotius yang membuat Paulus tertarik dan menjadikannya sebagai anak rohaninya.

II.Materi Pembelajaran         : Memilih yang benar belajar dari tokoh Alktab:

  • Abraham
  • Yususf
  • Daud
  • Daniel
  • Stepanus
  • Timotius

III.Metode pembelajaran      : Cerama,Tanya jawab dan diskusi,Discovery IV. Strategi Pembelajaran

Tatap Muka Terstruktur Mandiri
Mencari Tokoh-tokoh Alkitab melalui permainan teka-teki dalam buku Mendeskripsikan nilai-nilai yang dimiliki tokoh-tokoh Alkitab yang patut diteladani Membuat sebuah tulisan tentang latar belakang kehidupan Daniel

IV.Lankah-langka pembelajaran:           Pertemuan 7                  a. Kegitan awal(15 menit)

  • Menyanyi/Berdoa
  • Memotivasi siawa dengan mengingatkan kembali materi minggu lalu

b.Kegiatan Inti (60 menit)               Eksplorasi

  • Setelah mempersiapkan siswa untuk belajar guru menarik perhatian siswa  melakukan sebuah permainan mencari tokoh-tokoh Alkitab(Petunjuk ada di buku siswa
  • Guru menunjuk siwa secara acak menyebutkan beberapa tokoh yang ditemukan melalui permainan di atas.
  • Guru mengkomunikasikan garis besar KD terkait kegaiatan baru yang dilaksanakan dengan mengaitkan pembelajaran selanjutnya.

Elaborasi

  • Guru meminta siswa untuk memilih dua tokoh yang mereka ketahui.
  • Siswa mendeskripsikan latar belakang,nilai-nilai yang dimilki,karakter keteladanan dari tokoh tersebut.
  • Siswa secara aktif bekerja.
  • Guru melakukan evaluasi dengan meminta beberapa siswa menyampaikan hasil pekerjaannya.

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan dari setiap gagasan siswa
  • Tanya jawab tentang kesulitan / keraguan siswa
  • Siswa menjawab pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan.

c.Kegiatan akhir

  • Siswa diberi kesempatan untuk member komentar tentang PBM yang baru saja dilewati
  • Penegasan guru untuk terus mengembangkan: Religious, jujur, tanggung jawab, social, dan adil
  • Memberikan informasi tentang lanjutan pelajaran minggu depan
  • Pelajaran ditutup dengan berdoa yang dipimpin oleh seorang siswa

Pertemuan 8 a.Kegitan awal(10 menit)

  • Menyanyi/berdoa
  • Memberi motivasi dengan mengingatkan kembali tentang  materi minggu lalu
  • Menyampaikan lanjutan materi minggu lalu dan model pembelajaran yang digunakan.

  b.Kegiatan inti(65 menit)             Eksplorasi

  • Guru membagi siswa dalam enam kelompok
  • Masing-masing kelompok diberi tugas untuk membaca bahan Alkitab tentang tokoh yang telah ditentukan ( Abraham, Yusuf, Daniel, Daud, Timotius dan Stefanus)

Elaborasi

  • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan isi dari nats Alkitab yang telah ditentukan.
  • Siswa menuliskan latar belakang, nilai-nilai yang dimiliki, karakter dan keteladanan dari tokoh tersebut.
  • Hasil diskusi kelompok dipresentasikan didepan kelas
  • Kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi hasil dari kelompok penyaji.

Konfirmasi

  • Membuat kesimpulan singkat tentang materi
  • Tanya jawab tentang kesulitan/keraguan siswa
  • Siswa menjawab pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan
  • Guru merangkumkan materi sebagai pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik.
  • Siswa menulis rangkuman sebagai pesan akhir dari  materi yang telah dipelajari

 c.Kegiatan ahir(15 menit)

  • Siswa diberi kesempatan untuk memberi komentar tentang PBM yang baru saja dilewati.
  • Penegasan guru untuk terus mengembangkan sikap hidup  Religious, jujur, tanggung jawab, social, dan adil
  • Siswa diberi tugas rumah dengan membuat tulisan tentang latar belakang kehidupan Daniel
  • Berdoa

V.Alat/bahan dan sumber belajar. Alkitab,suluh siswa,danbernilai  dalam Kristen,dewasa dalam iman VI.Penilaian    dan program tindak lanjut Prosedur penilaiaan a.Penilaian kognitif Jenis    : Tugas individu Bentuk : uraian b.Penialaian afektif Bentuk lembar pengamatan sikap siswa(terlampir) Insrumen PenilaiaanSoal ulangan   : terlampir Lembar Pengamatan sikap siswa Penilaian :

  1. teknik                                        : Tes Tertulis
  2. Bentuk instrumen                      : Essay
  3. Instrument Soal
No Rumusan Soal Skor
1 Jelaskan maksud Abraham dipanggil oleh Allah 30
2 Jelaskan peran Yusuf  yang rela menderita demi mempertahankan kebenaran 40
3 Jelaskan peran Stefanus sebagai Diakonos yang mati sebagai martir pertama di Yerusalem 30

       

  1. 4.      Kunci Jawaban
No Kunci Jawaban Skor
1 30
2 40
3 30

Program tindak lanjut

  • Siswa yang memperole Nilai KD < KKM mengikuti program pembelajaran remedial
  • Siswa yang memperole Nilai KD > KKM mengikuti program pemayaan

Makale, Juli 2011 Mengetahui Kepalah SMK KRISTEN Makale                                                                Guru Mata Pelajaran Dra. PAULINA PALA’BURAN, MM                                                             ROSALINA TARUK ALLO, S.ThNip.1961123 198603 2 072                                                                   Nip.196602 1720000 3 2002

RENCANA PALAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP 5)

              Satuan pendikan       :SMK KRISTEN Makale Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen Kelas/Semaster          : X1/1 Alokasi Waktu           : 4x 45 menit Standar Kompetensi             : Mampu menidentifikasikan nilai-nalai Kristiani yang     Diperhadapkan dengan gaya hidup modern dengan  perkembangan IPTEK dan mewujudkannya dalam hidup keseharian. Kompetensi Dasar                 : Siswa mampu mengidentifikasikandan mewujudkan nilai-nilai Kritiani didalam hidupnya KKM                                        : 75 Nilai Karakter Bangsa             : Religious, jujur, tanggung jawab, social, dan adil Indikator                                :

  1. Menyebutkan nilai-nilai yang terkandung dalam Roma 8:17-18
  2. Menjelaskan mengapa para tokoh dunia rela mengorbankan diri demi mempertahankan nilai iman mereka
  3. Menjelaskan nilai-nilai yang dipertahankan oleh setiap tokoh
  4. Menjelaskan cara dan syarat untuk mempertahankan iman kita.

  I.Tujuan Pembelajaran          :

  1. Siswa dapat menyebutkan nilai-nilai yang terkandung dalam Roma 8:17-18
  2. Siswa dapat menjelaskan mengapa para tokoh dunia rela mengorbankan diri demi mempertahankan nilai iman mereka
  3. Siswa dapat menjelaskan nilai-nilai yang dipertahankan oleh setiap tokoh
  4. Siswa dapat menjelaskan cara dan syarat untuk mempertahankan iman kita.

II.Materi Pembelajaran         :Memilih yang benar,Belajar dari tokoh-tokoh Gereja:

  • Theodora dan Didimus
  • Marinus
  • Sebastianus
  • Fransiskus dari Asisi

III.Metode pembelajaran                  : Cerama,Tanya jawab ,Discovery IV. Strategi Pembelajaran    :      

Tatap Muka Terstruktur Mandiri
Menyebutkan nama-nama tokoh gereja dan nilai-nilai yang dimiliki Mendiskusikan tentang nilai yang dipertahankan oleh Theodora,Marinus,Sebastianus dan Fransiskus dari Asisi Mencari tokoh-tokoh yang berjuang mempertahankan nilai kebenaran baik dalam negeri maupun dari luar negeri

V.Lankah-langka pembelajaran       :           Pertemuan 9                              a. Kegitan awal(15 menit)

  • Salam pembuka
  • Menyanyi/Berdoa
  • Memberi motivasi
  • Menyampaikan topic materi baru dan tujuan pembelajaran

b.Kegiatan Inti (60 menit)             Eksplorasi 

  • Tanya- jawab  tentang nilai-nilai Kristiani yang dimiliki oleh tokoh Alkitab yang telah dipelajari minggu lalu
    • Guru menarik perhatian siswa untuk membaca Alkitab dari Matius 7 : 10 – 11; Roma 8 : 17 dan 2 Korintus 11 : 23, 25
    • Guru memnita siswa mengidentifikasi hal yang ditemukan dalam nats tersebut
    • Guru mengkomunikasikan garis besar KD terkait dengan kegaiatan yang baru dilaksanakan siswa serta mengaitkannya dengan pembelajaran selanjutnya

Elaborasi

  • Guru meminta siswa membaca riwayat hidup tokoh dari  Theodora dan Didimus, Marinus ,Sebastianus ,Fransiskus dari Asisi
  • Siswa ditunjuk secara acak menceritakan secara singkat riwayat hidup salah satu tokoh gereja tersebut
  • Guru menugaskan siswa menuliskan nilai yang dipertahankan oleh masing-masing tokoh tersebut

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan
  • Tanya jawab tentang kesulitan atau keraguan siswa
  • Siswa menjawab pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan
  • Guru menyampaikan pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik
  • Siswa menulis pesan akhir dari materi yang telah dipelajari

      c.Kegiatan akhir (15 menit)

  • Siswa diberi kesempatan untuk memberi komentar tentang proses pembelajaran yang baru saja dilewati
  •  Penegasan guru untuk terus mengembangkan kemampuan hidup untuk terus mengembangkan kemampuan hidup religuis, kreatif, tanggung jawab, social dan adil
  • Guru memberi informasi pelajaran berikutnya
  • Berdoa

Pertemuan 10 a.Kegitan awal(10 menit)

  • Salam pembuka
  • Menyanyi/berdoa
  • Tanya jawab tentang materi minggu lalu

    b.Kegiatan inti(60 menit) Eksplorasi

  • Siswa dipersiapkan untuk belajar
  • Guru  menarik perhatian siswa dengan mengisi skala sikap yang ada dalam buku siswa

  Elaborasi

  • Guru menugaskan untuk mencari tokoh-tokoh yang berjuang mempertahankan nilai kebenaran baik di dalam maupun diluar negeri melalui internet
  • Guru dapat menambahkan contoh-contoh lain yang telah menjadi korban karena membela HAM
  • Siswa membandingkan nilai-nilaai yang telah ditemukan dalam kegiatan sebelumnya dengan kejadian menurut pengalaman atau pengamatan siswa dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru menyampaikan penjelasan tambahan jika masih diperlukan

  Konfirmasi

  • Membuat kesimpulan singkat tentang materi
  • Tanya jawab tentang kesulitan/keraguan siswa
  • Siswa menjawab pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan
  • Guru merangkumkan materi sebagai pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik.
  • Siswa menulis rangkuman sebagai pesan akhir dari setiap materi

  c.Kegiatan ahir(15 menit)

  • Siswa diberi kesempatan untuk memberi komentar tentang proses pembelajaran yang baru saja dilewati
  •  Penegasan guru untuk terus mengembangkan kemampuan hidup untuk terus mengembangkan kemampuan hidup religuis, kreatif, tanggung jawab, social dan adil
  • Siswa diminta untuk membuat tulisan tentang tokoh yang paling berkesan bagi dia (yang diidolakan dan menyebutkan menagapa dia mengidolakan tokoh tersebut)
  • Guru memberi informasi pelajaran berikutnya
  • Berdoa

  VI.Alat/bahan dan sumber belajar. Alkitab,suluh siswa, ,dewasa dalam iman   VII.Penilaian   dan program tindak lanjut Prosedur penilaiaan a.Penilaian kognitif Jenis    : Tugas individu Bentuk : uraian b.Penialaian afektif Bentuk lembar pengamatan sikap siswa(terlampir) Insrumen Penilaiaan Soal ulangan   : terlampir Lembar Pengamatan sikap siswa Program tindak lanjut

  • Siswa yang memperole Nilai KD < KKM mengikuti program pembelajaran remedial
  • Siswa yang memperole Nilai KD > KKM mengikuti program pemayaan

Makale,  Juli 2011 Mengetahui Kepalah SMK KRISTEN Makale                                                                Guru Mata Pelajaran Dra. PAULINA PALA’BURAN, MM                                                             ROSALINA TARUK ALLO, S.Th Nip.1961123 198603 2 072                                                                   Nip.196602 1720000 3 2002  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PALAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP 6)

              Satuan pendikan       :SMK KRISTEN Makale Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen Kelas/Semaster          : X1/1 Alokasi Waktu                         : 4x 45 menit Standar Kompetensi             : Mampu menidentifikasikan nilai-nalai Kristiani yang    diperhadapadengan gaya hidup modern dengan perkembangan IPTEK dan mewujudkannya dalam hidup keseharian. Kompetensi Dasar                 : Mewujudkan nilai-nilai kristiani di dalam pergaulan antar pribadi dan social KKM                                        : 75 NiLAI Karakter Bangsa            : Religius, santun, tanggung jawab, percaya diri, menghargai keberagaman , patuh pada aturan dan social Indikator                                :

  1. Menjelaskan pengertian Pluralisme
  2. Menyebutkan kecenderungan etiket remaja Kristen masa kini
  3. menyebutkan alasan-alasan yang membuat remaja Kristen ikut-ikutan dalam gaya hidup masa kini
  4. Menjelaskan kamu adalah garam dunia

I.Tujuan Pembelajaran          :

  1. Siswa mampu menjelaskan pengertian Pluralisme
  2. Siswa mampu menyebutkan kecenderungan etiket remaja Kristen masa kini
  3. Siswa mampu menyebutkan alasan-alasan yang membuat remaja Kristen ikut-ikutan dalam gaya hidup masa kini
  4. Siswa mampu menjelaskan kamu adalah garam dunia

II.Materi Pembelajaran         :

  • Pergaula Remaja kristen,
  • pengertian etiket

III.Metode pembelajaran      :Cerama,Tanya-jawab ,Discovery

 

Tatap Muka Terstruktur Mandiri
-Menceritakan pengalam mereka dalam pergaulan -Penjelasan tentang pengertian menjadi garam dan terang dunia Melakukan debat tentang anggapan bahwa remaja sekarang tidak punya etiket Membaca Matius 5 : 13-15 dan menuliskan makna dari ayat tersebut dalm kehidupannya

  IV.Lankah-langka pembelajaran      :           Pertemuan 11                a. Kegitan awal(15 menit)

  • salam pembuka
  • Menyanyi/Berdoa
  • Memperkenalkan materi yang akan dipelajari

b.Kegiatan Inti (70 menit)   Eksplorasi 

  • Siswa mempersiapkan diri untuk belajar
  • Guru menarik perhatian siswa dengan mengawali pelajaran dengan mengajak siswa menyanyikan lagu “Hanya dekat kasih Bapa”
  • Siswa diminta untuk menyampaikan makna dari syair lagu tersebut
  • Guru meminta siswa menceritakan pengalaman mereka dalam pergaulan sehari-hari

Elaborasi

  • Guru mengajak siswa membaca uraian materi pembelajaran
  • Siswa diminta secara berpasangan menceritakan inti dari materi pelajaran yang telah baca.
  • Guru menyampaikan secara singkat uraian materi untuk menambahkan penjelasan siswa

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan
  • Tanya jawab tentang kesulitan atau keraguan siswa
  • Siswa menjawab pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan
  • Guru menyampaikan pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik
  • Siswa menulis pesan akhir dari materi yang telah dipelajari

      c.Kegiatan Ahir(15 menit)

  • Siswa diberi kesempatan untuk memberi komentar tentang PBM yang baru saja dilewati.
  • Penegasan guru untuk terus mengembangkan sikap hidup  Religious, jujur, tanggung jawab, social, dan adil
  • Memberikan kesempatan kepeda siswa untuk bertanya sesuai denngan materi yang telah dipelajari
  • Berdoa oleh seorang siswa

Pertemuan 12 a.Kegitan awal(10 menit)

  • Salam pembuka
  • Menyanyi/berdoa
  • Tanya jawab tentang materi yang telah dipelajarai minggu lalu

  b.Kegiatan inti(60 menit) Eksplorasi

  • Guru mengajak siswa melalui model debat untuk mengungkapkan tanggapan mereka terhadap pernayataan bahwa remaja sekarang tidak punya etiket dan kenakalan remaja
  • Guru memberikan kesempatan kepada kelompok yang setujuh dengan pendapat di atas dan ditanggapi oleh kelompok yang tidak setujuh
  • Guru memberikan kesempatan kepada kelompok yang tidak setujuh dan ditanggapi oleh kelompok yang setujuh

Elaborasi  

  • Siswa diminta menanggapi adanya praktek pergaulan “ngedugem” (berhura-hura dalam dunia yang gemerlap ) dan hidup “glamour”.
  • Siswa diminta untuk menjelaskan apakah hal-hal di atas berkaitan dengan prilaku yang tidak santun
  • Guru mendengarkan penjelasan dari beberapa siswa lalu menambahkan hal-hal yang masih kurang jelas.
  • Guru meminta siswa untuk membaca Matius 5 : 13 – 16
  • Guru meminta siswa untuk menjelaskan pemahaman mereka atas perkataan Yesus di dalam khotbah di bukit “Kamu adalah Garam Dunia”.
  • Siswa kembali membaca illustrasi dan membuat reflesi pribadi dari illustrasi tersebut

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan
  • Tanya jawab tentang kesulitan atau keraguan siswa
  • Siswa menjawab pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan
  • Guru menyampaikan pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik
  • Siswa menulis pesan akhir dari materi yang telah dipelajari

c.Kegiatan ahir(15 menit)

  • Penegasan guru untuk terus mengembangkan sikap hidup  Religious, jujur, tanggung jawab, social, dan adil
  • Memberikan kesempatan kepeda siswa untuk bertanya sesuai denngan materi yang telah dipelajari
  • Memberikan ayat hafalan
  • Berdoa oleh seorang siswa

V.Alat/bahan dan sumber belajar. Alkitab,suluh siswa, ,dewasa dalam iman VI.Penilaian    dan program tindak lanjut Prosedur penilaiaan a.Penilaian kognitif Jenis    : Tugas individu Bentuk : uraian b.Penialaian afektif Bentuk lembar pengamatan sikap siswa(terlampir)\ Insrumen Penilaiaan Soal ulangan   : terlampir Lembar Pengamatan sikap siswa Program tindak lanjut

  • Siswa yang memperole Nilai KD < KKM mengikuti program pembelajaran remedial
  • Siswa yang memperole Nilai KD > KKM mengikuti program pemayaan

Makale,  Juli 2011 Mengetahui, Kepalah SMK KRISTEN Makale                                                                Guru Mata Pelajaran Dra. PAULINA PALA’BURAN, MM                                                             ROSALINA TARUK ALLO, S.ThNip.1961123 198603 2 072                                                                   Nip.196602 1720000 3 2002

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP 7)

Mata pelajaran                         :   Pendidikan Agama Kristen Satuan Pendidikan                  :   SMK KRISTEN Makale Kelas/Semester                        :   XI/1 Tahun Pelajaran                       :   2011/ 2012 Standar Kompetensi           :  Merespon nilai-nilai kristiani yang diperhadapkan dengan gaya    hidup modern serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan menjelaskan cara mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar                   :  Mewujudkan nilai-nilai kristiani dalam pergaulan antar pribadi  dan social KKM                                         : 75 Nilai karakter Bangsa              : Religius,santun,jujur, kreatif,peduli ,tanggungjawab I.Indicator      :

  1. Menjelaskan beberapa hal yang turut membentuk kepribadian seorang remaja
  2. Menjelaskan dan mendiskripsikan minimal 3 persoalan yang dihadapi seorang remaja dalam pergaulannya
  3. Menjelaskan beberapa peluang godaan dalam diri seorang remaja menurut yakobus 1:14-15
  4. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan hidup manusia menurut Yesaya 43:1-4; 9-10
  5. Menceritakan kembali kisah cerita Katy dan Selly

II.Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat menjelaskan beberapa hal yang turut membentuk kepribadian seorang remaja
  2. Siswa dapat menjelaskan dan mendiskripsikan minimal 3 persoalan yang dihadapi seorang remaja dalam pergaulannya
  3. Siawa dapat menjelaskan beberapa peluang godaan dalam diri seorang remaja menurut yakobus 1:14-15
  4. Siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan tujuan hidup manusia menurut Yesaya 43:1-4; 9-10
  5. Siswa dapat menceritakan kembali kisah cerita Katy dan Selly

III.Materi Pokok/Bahan Kajian

  1. Pengartian: narkoba, seksualitas, aborsi:
  2. Pendalaman ayat alkitab Yakobus 1:14-15; Yes 43:1-4; 9-10

IV.Metode  : Pendalaman Alkitab (baca dan gali Alkitab), diskusi, Tanya-jawab, sharing, interaktif, penugasan proyek. VI.Sumber Bahan/Materi

Alkitab, Suluh siswa 11, bahan internet, majalah/ bulletin/jurnal/Koran, pengalaman siswa

VII.Alat Labtop, Spidol, blackboard VIII. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan 13 Kegiatan awal ( 10 Menit )

  • Membuka pertemuan dengan bernyanyi dan berdoa dipimpin oleh seorang siswa
  • Memeriksa kehadiran siswa.
  • Menyampaikan Temah pemmbelajaran dan tujuan yang ingin dicapai

    Kegiatan Inti ( 65 Menit )Eksplorasi

  • Guru mengajak siswa menyanyikan lagu “Yesus menginginkan Daku “
  • Guru mengajak siswaa berbagi (saharing) tentang syair lagu itu. Guru dapat memancing siswa untuk menerapkan syair lagu tersebut dalam hidup siswa

Elaborasi

  • Guru mengarahkan siswa membaca Yehezkiel 23:1-49, Yakobus 1 : 14-15,Yesaya 43 : 1-4,4-9 dalam kelompok 5-6 orang perkelompok, disesuaikan dengan jumlah siswa dalam kelas)
  • Siswa menyebutkan tujuan hidupn m,anusia menurut perikop tersebut
  •  Siswa  mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dalam buku siswa.
  • Hasil kesimpulan siswa dipresentasikan didepan kelas
  • Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi hasil dari presentasi kelompok penyaji
  • Siswa saling memperkaya pemahaman mereka atas perikop tersebut

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan setiap gagasan kelompok
  • Tanyajawan tentang materi yang telah dibahas
  • Siswa menjawab pertanyaan sebagai bentuk penguatan
  • Guru menyampaikan pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiappeserta didik
  • Siswa menulis rangkuman dari pesan akhir dari materi nyang telah dipelajari.

Kegiatan Akhir ( 10 Menit )

  • Guru memberikan penegasan untuk terus mengembangkan sikap Religius,santun,jujur, kreatif,peduli ,tanggungjawab
  • Guru memberikan informasih tuk pembelajran berikutnya
  • Pelajaran ditutup dengan bernyanyi dan berdoa yang dipimpin oleh siswa

Pertemuan.14Kegiatan awal ( 10 Menit )

  • Membuka pertemuan dengan bernyanyi dan berdoa (dipimpin oleh siswa)
  • Memeriksa kehadiran siswa.
  • Tanyajawab tentang materi minggu lalu

Kegiatan IntiElaborasi

  • Guru menyampaikan uraian materi tentang Narkoba,Seks bebas dan Aborsi
  • Siswa dibimbing belajar dari sebuah ilustrasi (lihat buku siswa) dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disiapkan
  • Guru memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan penjelasan tambahan jika masih dibutuhkan

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan darisetiap gagasan kelompok
  • Tanyajawab tentang materi yang telah dipelajari
  • Siswa menjawab pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan
  • Gurunmenyampaikan rangkuman materi sebagai pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik
  • Siswa menulis rangkuman sebagai pesan akhir setiap materi

Kegiatan Akhir ( 10 Menit )

  • Guru memberikan tugas kepada siswa untuk pelajaran berikutnya: membuat kliping tentang kasus-kasus narkoba, minuman keras dan bahaya merokok dari media massa (Koran, berita di TV, majalah, tabloid) dan dikumpulkan pada pelajaran 9 (semester genap)
  • Pelajaran ditutup dengan bernyanyi dan berdoa yang dipimpin oleh siswa

V.Alat/bahan dan sumber belajar. Alkitab,suluh siswa, ,dewasa dalam iman VI.Penilaian    dan program tindak lanjut Prosedur penilaiaan a.Penilaian kognitif Jenis    : Tugas individu Bentuk : uraian b.Penialaian afektif Bentuk lembar pengamatan sikap siswa(terlampir) Insrumen Penilaiaan Soal ulangan   : terlampir Lembar Pengamatan sikap siswa Program tindak lanjut

  • Siswa yang memperole Nilai KD < KKM mengikuti program pembelajaran remedial
  • Siswa yang memperole Nilai KD > KKM mengikuti program pemayaan

Makale,  Juli 2011 Mengetahui, Kepalah SMK KRISTEN Makale                                                                Guru Mata Pelajaran Dra. PAULINA PALA’BURAN, MM                                                             ROSALINA TARUK ALLO, S.Th Nip.1961123 198603 2 072                                                                   Nip.196602 1720000 3 2002    

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP 8 )

Mata pelajaran                                     :   Pendidikan Agama Kristen Satuan Pendidikan                              :    SMK KRISTEN  Makale Kelas/Semester                                    :     XI/1 Tahun Pelajaran                                   :     2011 / 2012 KKM                                                   :    75 Nilai Karakter Bangsa                         :   Religious, jujur, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin  tahu,  bersahabat/komunikatif, peduli social, tanggung jawab Standar Kompetensi                          : Merespon nilai-nilai kristiani yang diperhadapkan dengan gaya hidup modern serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan menjelaskan cara mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar Mewujudkan nilai-nilai kristiani dalam pergaulan antar pribadi dan sosial Indicator

  1. Mendekripsikan anjuran dan petunjuk Pengkhotbah 11:9-10
  2. Menjelaskan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengarahkan masa muda agar dapat dipertanggung jawabkan
    1. Menjelaskan tantangan yang dapat menghambat cita-cita dan masa depan remaja.
    2.   Mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mewujudkan nilai-nilai Kristiani pada pergaulan antar pribadi dan social
    3.  Menggunakan niulai-nilai Kristiani sebagai dasar pergaulan antar pribadi dan sosial
    4.  Memiliki sikap berjuang pada kebenaran ilahi (Indikator ditinjau dari pendidikan karakter

Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat mendekripsikan anjuran dan petunjuk Pengkhotbah 11:9-10
  2. Siswa dapat menjelaskan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengarahkan masa muda agar dapat  dipertanggung jawabkan
  3. Siswa dapat menjelaskan tantangan yang dapat menghambat cita-cita dan masa depan remaja.
    1. Siswa dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mewujudkan nilai-nilai Kristiani pada pergaulan antar pribadi dan social
    2. Siswa dapat menggunakan niulai-nilai Kristiani sebagai dasar pergaulan antar pribadi dan sosial
    3. Siswa dapat memiliki sikap berjuang pada kebenaran illahi

Materi Pokok/Bahan Kajian

  1. Bersukacita pada masa muda menurut Pengkhotbah 11:9-10
  • Bersukacita
  • Menuruti keinginan hati
  • Menuruti pandangan mata
  • Menghadap pengadilan Tuhan
  • Masa muda adalah sia-sia
  1. Beberapa hal yang perlu kita miliki agar hidup kita berhasil
  • Kesadaran diri
  • Cita-cita
  • Pandangan hidup
  • Motivasi
  • Tantangan mewujudkan makna hidup (Fil 1:19-26)
  • Berpegang teguh pada keyakinan akan Tuhan

Metode           : Diskusi, Tanya-jawab, sharing, interaktif, penugasan proyek, permainan (kuis)

Tatap Muka Terstruktur Mandiri
Membaca Yehieskiel 3 : 1-49 Mengidentifikasi hal-hal/masaalah yang terjadi dalam nats tersebut Mendiskusikan pertanyaan dalam buku siswa Membuat kliping tentang kasus Narkobah,Miras dan bahaya merokok

Sumber Bahan/Materi Alkitab, Suluh siswa 11, & LKS, bahan internet, majalah/ bulletin/jurnal/Koran, pengalaman siswa Alat Labtop, Spidol, blackboard Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan 15 Kegiatan awal ( 10 Menit )

  • Membuka pertemuan dengan bernyanyi lagu masa muda sungguh senang dan berdoa (dipimpin oleh siswa)
  • Memeriksa kehadiran siswa.
  • Guru meminta siswa menuliskan makna lagu tersebut.

  Kegiatan IntiEksplorasi

  • Guru meminta siswa mengingat kembali cita-cita masa kecil mereka. Apa mereka masih ingat cita-cita mereka? Apakah cita-cita itu masih sama attau berubah? Bagaiman caranya agar cita-cita mereka tercapai

Elaborasi

  • Guru menyampaikan uraian materi secara kreatif dan diselingi dengan tanyajawa
  •  Guru meminta siswa mendiskusikan Pengkhotbah 19:9-10 serta membandingkannya dengan ayat-ayat yang lain dalam Alkitab. Perhatikan contoh pengarahan di bawah ini: mengapa pengkhotbah seolah-olah membiarkan anak muda bertindak sesuka hati, tetapi disisi lain memperhadapkan orang muda pada penghakiman? Jelaskan pendapat anda. Kemudian bandingkan dengan ayat-ayat berikut ini.

a. Amsal 22:6 didiklah orang muda menurut jalan yang patut b. Amsal 22:15 kebodohan melekat pada hati orang muda c. 2 Timotius 2:22 jauhilah nafsu orang muda Mengapa masa muda penuh dengan berbagai tantangan yang datang dari dalam   diirinya sendiri

  • Hasil diskusi kelompok dipresentasikan dan ditanggapi oleh kelompok lain
  • Guru menambahkan jawaban-jawaban siswa jika masih diperlukan

         Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan darisetiap gagasan kelompok
  • Tanyajawab tentang materi yang telah dipelajari
  • Siswa menjawab pertanyaan lisan sebagai bentuk penguatan
  • Gurunmenyampaikan rangkuman materi sebagai pesan akhir yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik
  • Siswa menulis rangkuman sebagai pesan akhir setiap materi

Kegiatan Akhir ( 10 Menit )

  • Penegasan guru untuk terus mengembangkan sikap Religious, jujur, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu,  bersahabat/komunikatif, peduli social, tanggung jawab
  • Guru memberikan informasih Pembelajaran berikutnya
  • Pelajaran ditutup dengan doa.

Pertemuan 16 Kegiatan awal ( 10 Menit )

  • Siswa dipersiapkan untuk menyanyi dan berdoa
    • Memeriksa kehadiran siswa.
    • Tanyajawab singkat tentang materi yang lalu

Kegiatan IntiEksplorasi

  • Siswa ditugasi utnuk mengumpulkan data-data/informasi tentang berbagai gaya hidup remaja masa kini dan menuliskan dampak positif dan negative dari gaya hidup tersebut
  •  mintalah mereka membuat rencana sehubungan dengan gaya hidup tersebut agar dampak positifnya dapat dikembangkan dan dampak negatifnya dihindari.

Elaborasi

  • Siswa ditugaskan untuk mendiskusikan tentang- tantangan yang dapat menghambat cita-cita dan masa depan remaja.
    • Siswa shering berdasarkan jawaban-jawaban mereka
    • Guru kembali menugaskan siswa secara individu menuliskan tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan nilai-nilai Kristiani

Konfirmasi

  • Guru merumuskan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari
  • Guru mengarahkan siswa untuk mengerjakan Soal-soal sebagai pendalaman materi pembelajaran
  • Guru menyampaikan pesan akhir dari materi yang telah dipelajari

Kegiatan Akhir ( 15 Menit )

  • Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan kesannya selama belajar agama dalam semester ganjil yang telah dilewati
  • Pelajaran ditutup dengan guru mengajak siswa kembali menyanyikan lagu masa muda sungguh senang dan berdoa yang dipimpin oleh siswa dan berdoa

V.Alat/bahan dan sumber belajar. Alkitab,suluh siswa, ,dewasa dalam iman VI.Penilaian    dan program tindak lanjut Prosedur penilaiaan a.Penilaian kognitif Jenis    : Tugas individu Bentuk : uraian b.Penialaian afektif Bentuk lembar pengamatan sikap siswa(terlampir) Insrumen Penilaiaan Soal ulangan   : terlampir Lembar Pengamatan sikap siswa Program tindak lanjut

  • Siswa yang memperole Nilai KD < KKM mengikuti program pembelajaran remedial
  • Siswa yang memperole Nilai KD > KKM mengikuti program pemayaan

Makale, Juli 2011 Mengetahui Kepalah SMK KRISTEN Makale                                                                Guru Mata Pelajaran Dra. PAULINA PALA’BURAN, MM                                                             ROSALINA TARUK ALLO, S.Th Nip.1961123 198603 2 072                                                                   Nip.196602 1720000 3 2002    

 

 

 

 

 

 





makalah perkembangan individu

8 10 2012

DISUSUN OLEH :

KETUA      : ESIR RUNGGANG

ANGGOTA:

–         ANDRI  PATIUNG

–         DELVIANTI

–         HERMAWANTO

–         JULITA DAMMIN

–         LIN PATIMAN

KELAS     : B1

JURUSAN: MATEMATIKA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan tugas makalah ini.
Atas karunia-Nya pula kami telah membuahkan hasil penulisan makalah yang berjudul  “PERKEMBANGAN INDIVIDU”. Dalam penulisan makalah ini banyak sekali kekurangan, oleh karena kami selalu bersedia untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca yang sifatnya membangun demi kelengkapan makalah ini. Makalah ini mungkin tidak terselesaikan tanpa bantuan pihak lain, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Atas semua bantuan-bantuan kami mengucapkan terima kasi. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, baik bagi penulis sendiri maupuan bagi para pembaca.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1. Pengertian Perkembangan ……………………………………………………………………………1
2. Ciri-ciri umum perkembangan individu ………………………………………………………………2
BAB II PEMBAHASAN
MEMAHAMI PERKEMBANGAN INDIVIDU………………………………………………………..4
A. Model Pentahapan Perkembangan Individu……………………………………………………………4
B. Tugas-tugas Perkembangan Individu…………………………………………………………………4
C. Hukum-hukum Perkembangan Individu………………………………………………………………5
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………..14

BAB I
PENDAHULUAN

Tugas yang berat dan harus kita lakukan adalah bagaimana mempersiapkan seorang anak untuk hidup dalam lingkungan yang selalu dinamis dan penuh kompetitif dengan perubahan yang luar biasa akibat ledakan bom komunikasi dan informasi yang tak kenal waktu.
Pertumbuhan dan perkembangan anak dibahas oleh penulis sebagai permasalahan yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas belajar anak. Hasil penelitian pun membuktikan bahwa pertumbuhan dan perkembangan mempunyai hubungan dengan aktivitas belajar. Setiap fase pertumbuhan dan perkembangan memberikan andil siap tidaknya anak belajar. Fase-fase mana yang memberikan ciri-ciri khas terhadap anak. Karakteristik masa anak dan masa remaja memberikan wawasan kebijakan yang diambil guru. Intervensi dini mutlak dilakukan dengan cara memberikan lingkungan sekolah yang kreatif terhadap anak berbakat.

1. Pengertian Perkembangan

Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.

Yang dimaksud dengan sistematis adalah bahwa perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara satu bagian dengan bagian lainnya, baik fisik maupun psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Contoh : kemampuan berbicara seseorang akan sejalan dengan kematangan dalam perkembangan intelektual atau kognitifnya. Kemampuan berjalan seseorang akan seiring dengan kesiapan otot-otot kaki. Begitu juga ketertarikan seorang remaja terhadap jenis kelamin lain akan seiring dengan kematangan organ-organ seksualnya.
Progresif berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan meluas, baik secara kuantitatif (fisik) mapun kualitatif (psikis). Contoh : perubahan proporsi dan ukuran fisik (dari pendek menjadi tinggi dan dari kecil menjadi besar); perubahan pengetahuan dan keterampilan dari sederhana sampai kepada yang kompleks (mulai dari mengenal huruf sampai dengan kemampuan membaca buku).
Berkesinambungan artinya bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan. Contoh : untuk dapat berdiri, seorang anak terlebih dahulu harus menguasai tahapan perkembangan sebelumnya yaitu kemampuan duduk dan merangkak.
Lebih jauh lagi, Syamsu Yusuf (2003) memerinci, beberapa prinsip perkembangan individu,yaitu:
a. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti’

b. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.

c. Perkenbangan terjadi pada tempo yang berlainan.

d. Setiap fase perkembangan mempunyai cirri khas.

e. Setiap individu normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan.

f. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu.

Yelon dan Winstein (Syamsu Yusuf,2003) mengemukakan tentang arah atau pola perkembangan sebagai berikut

  1. Cephalocaudal & proksimal-distal (perkembangan manusia itu mulai kepala ke kaki dan dari tengah (jantung,paru dan sebagainya) ke samping (tangan).

2. Struktur mendahului fungsi’

3. Diferensi ke integrasi.

4. Dari konkret ke abstrak.
5. Dari egosentis ke perspektivisme.
6. Dari outer control ke inner control.

2. Ciri-Ciri Umum Perkembangan Individu
Perkembangan individu mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut :

  1. Terjadinya perubahan dalam aspek :
  •  Fisik; seperti : berat dan tinggi badan.
  • Psikis; seperti : berbicara dan berfikir.
  1. Terjadinya perubahan dalam proporsi.
    • Fisik; seperti : proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya.
    • Psikis; seperti : perubahan imajinasi dari fantasi ke realistis.
  2.  Lenyapnya tanda-tanda yang lama.
    • Fisik; seperti: rambut-rambut halus dan gigi susu, kelenjar thymus dan kelenjar pineal.
    • Psikis; seperti : lenyapnya masa mengoceh, perilaku impulsif.
  3.  Diperolehnya tanda-tanda baru
  • Fisik; seperti : pergantian gigi dan karakteristik sex pada usia remaja, seperti kumis dan jakun pada laki dan tumbuh payudara dan menstruasi pada wanita, tumbuh uban pada masa tua.
  • Psikis; seperti berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berkaitan dengan sex, ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral dan keyakinan beragama.

BAB II
PEMBAHASAN
MEMAHAMI PERKEMBANGAN INDIVIDU

 

  1.  Model Pentahapan Perkembangan Individu

Memperhatikan kompleksitas dari sifat perkembangan individu, maka kepentingan studi para ahli telah mencoba mengembangkan model pentahapan (stages) mengenai proses perkembangan. Para ahli mengemukakan pendapat tentang model-model pentahapan yang beragam, yang secara garis besarnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga pendekatan yaitu pendekatan biologis, didaktis, dan psikologis. Untuk memudahkan kita memahami tahapan perkembangan tersebut Ellizabeth Hurlock secara lengkap telah membagi tahapan perkembangan manusia dalam sepuluh tahapan / masa perkembangan, yaitu :

1)      Masa sebelumlahir (Prenatal) selama 280 hari

2)      Masa bayi baru lahir (new born) 0,0 – 2,0 minggu

3)      Masa bayi ( baby hood ) 2 minggu – 2,0 tahun

4)      Masa kanak-kanak awal (early childhood) 2,0 – 6,0 tahun

5)      Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6,0 – 12,0 tahun

6)      Masa puber (puberty) 11,0 / 12,0 – 15,0 / 16,0

7)      Masa remaja (adolescence) 15,0 / 16,0 – 21,0 tahun

8)      Masa dewasa awal (early adulthood) 21,0 – 40,0 tahun

9)      Masa dewasa madya (middle adulthood) 40,0 – 60,0 tahun 10) Masa usia lanjut (later adulthood) 60,0 – …

Dari pembagian tahapan perkembangan diatas berarti bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan anak itu berlangsung sejak masa prenatal sampai anak selesai remaja.
B. Tugas-tugas Perkembangan Individu Tugas perkembangan
adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada setiap tahapan atau periode kehidupan tertentu. Apabila ia berhasil ia mencapainya maka ia bahagia, tetapi sebaliknya apabila ia gagal akan kecewa dan dicela oleh orang tua atau masyarakatnya serta proses perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. Menurut Robert Y.Havighust, tokoh yang merumuskan konsep ini mengemukakan banwa yang menjadi sumber dari pada tugas-tugas perkembangan terseut adalah : kematangan fisik, tuntutan masyarakat atau budaya dan nilai-nilai serta aspirasi individu. Pembagian tugas-tuhgas pekembangan serta masing-masing fase atau tahapan adalah sebagai berikut :

  1. Masa bayi dan anak kecil Untuk Belajar berjalan ü Belajar makan makanan padat ü Belajar berbicara ü Pelajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh ü Mencapai stabilitas fisiologi ü Belajar kontak perasaan dengan orang tua, keluarga dan orang-orang luar. ü Belajar mengetahui mana yang benar dan masa yang slah serta mengembangkan kata hati.
  2. Masa anak sekolah ü Belajar ketangkasan ü Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism yang sedang tumbuh. ü Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya ü Belajar peran jenis kelamin ü Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis dan berhitung. ü Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan kehidupan sehari-hari. ü Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai. ü Belajar membebaskan ketergantungan diri ü Mengembangkan sikap sehat terhadap kelonpok dan lembaga-lembaga.
  3. Masa remaja ü Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara wfwktif ü Menerima peranan social jenis kelamin sebagai pria atau wanita ü Menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab social ü Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya ü Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki ü Perkembangan skala nilai ü Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih akurat ü Persiapan mandiri secara ekonomi ü Pemilihan dan latihan jabatan ü Mempersiapkan perkawinan dan keluarga Setiap perkembangan manusia berlangsung secara bertahap sejak konsepsi sampai mati. Agar setiap tugas perkembangan, anak dapat menyelesaikan setiap tugas perkembangan dengan baik diperlukan bantuan/bimbingan yang lebih baik, diperlukan bantuan/bimbingan yang lebih baik dari pihak pendidik.(orang tua dan guru) oleh karena itu setiap pendidik harus mengetahui tugas-tugas perkembangan yangharus diselesaikan anak pada setiap tahap perkembangannya.
    1.  Hukum-hukum Perkembangan Individu

Bagaimana proses-proses perkembangan berlangsung, apakah berjalan dengan mulus saja, ataukan kadang-kadang terdapat krisis pada waktu-waktu tertentu, apakah ada percepatan-percepatan atau pengulangan-pengulangan, disinilah para ahli bermacam-macam tujuannya sehingga melahirkan berbagai acuan atau hukum-hukum perkembangan yang merupakan lawaqn dari fakta. Menurut Shamrock (1998), teori adalah “ a coherent set of ideas that help explain data and make predication. A theory contain hypothesis, assumption that can be tasted to determine their accuracy. “ jadi sebenarnya teori adalah hipotesis yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti sehingga perlu dikaji lebih lanjut untuk menentukan akurasinya. Apabila dalam pengujian materi itu ternyata benar, maka ia menjadi fakta, setidaknya-tidaknya ada dua peranan penting dari teori perkembangan (Miller, 1993) yaitu :
a) Mengorganisir dan member makna terhadap fakta-fakta atau gejala-gejala perkembangan
b) Memberikan pedoman dalam melakukan penelitian dan menghasilkan informasi baru.
1. Hukum bertahandan berkembang sendiri Teori dan hokum perkembangan itu antara lain adalah :
a. Dorongan bertahan yang bertujuan untuk memelihara/mempertahankan diri agar tepat survival.
b. Dorongan untuk bekembang sendiri, yang bertujuan untuk berkembang sendiri untuk mencari kepandaian, pengalaman, atau pengetahuan baru, yang terlihat dalam tingkah laku konservasi dan bermain. Kedua dorongan tersebut selalu bekerja sama dalam menggerakkan anak menjalin perkembangannya.

  1. Hukum tempo perkembangan Perkembangan anak satu dengan anak yang lainnya berbeda-beda. Ada yang tingkat perkembangannya serba cepat (cepat merangkak, cepat belajar berjalan,cepat berbicara dan lain-lain) sementara da pula anak yang Nampak selalu lambat dalam mencapai kemampuan-kemampuan tersebut. Cepat atau lambatnya perkembangan anak disamping potensi yang dibawanya sejak lahir, kesehatan dan gizi ikut pula mempengaruhinya.
  2. Hukum sarana perkembangan
    Disamping perkembangan itu mempunyai temponya masing-masing, ada juga yang mempunyai irama tertentu. Berlangsungnya perkembangan fungsi-fungsi pada anak tidaklahs elalu berjalan lurus, teptapi berliku-liku, bisa melompat-lombatdan penuh kegoyangan, kadang-kadang kita saksikan seseorang anak dapat berjalan denganc epat, kemudian tertegun/terhenti, kemudian berlangsung lagi dengan cepat. Ada anak yang kelihatan cepat belajar berbicara dalam beberapa minggu, kemudian waktu-waktu berikutnya terhenti dan ketinggalan jika dibandingkandengan teman-temannya. Irama perkembangan itu bukan saja berbeda dari anak yang satu degan anak yang lainnya, tetapi yang berbeda atau terjadi antara fungsi yang satu dengan fungsi yang lain pada diri seorang anak. Ada fungsi jasmaninya yang berkembang denga cepat tetapi juga aspek fungsi kejiwaan Nampak berjalan dengan lambat. Hal ini dapat kita lihat pada seorang anak yang mulai belajar berjala, akan kelihatan pada perkembangan berbicaranya agak terhenti, dan jika berjalan itu telah dikuasainya maka perkembangan berbicaranya kelihatan maju lagi dengan cepat. Disini jelas terdapat keadaan seperi seperti kejar-kejaran bagaikan gelombang, pada satu fungsi ada yang nenaikkan dan pada fungsi yang lain ada yang terhenti atau turun.
  3. Hukum Masa Peka
    Yang dimaksud dengan masa peka adalah suatu masa dimana suatu fungsi berada pada perkembangan yang baik dan pesat, jika dibandingkan dengan masa-masa lainnya. Setiap fungsi hanya mengalami sekali saja datanya masa peka. Oleh karena itu harus dilayani dan diberi kesempatan untuk berkembang dengan sebaik-baiknya. Hanya saja untuk mengetahui datangnya masa peka itu tidaklah mudah, kecuali apabila kita rajin memperhatikan perubahan tingkah laku anak setiap hari. Sebagai contoh : masa peka untuk berjalan umumnya pada tahun kedua, masa peka untuk menggambar pad tahun kelima, masa peka untuk perkembangan ingatan logis pada tahun 12 atau 13 dan sebagainya. Montessori pernah mengembangkan system pendidikan kearah penemuan masa peka pada anak didik. Di sekolah Montessori disediakan berbagai macam permainanan anak dan anak diberinya kebebasan memilih sendiri permainan yang dia sukai. Apabila minat anak Nampak kearah pada permainan tertentu, lalu dicari dan ditentukan bahwa anak tersebut sudah peka terhadap suatu fungsi.
  4. Teori RekapitulasiTeori Masa Mendatang
  5. Teori Pembelajaran dan Penemuan E. Fakta-fakta Perkembangan Individu

Loevenger sebagaimana dikemukakan oleh Sunaryo dkk (2003) mengemukakan tentang fase-fase perkembangan individu serta cirri-cirinya, yaitu :

–          Tahap

–          Ciri-Ciri

–          Inspulsif

  1. Identitas diri terpisah darui orang lain
    2. Bergantung pada lingkungan
    3. Beorientasi hari ini.
    4.Individu tidak menempatkan diri sebagai penyebab perilaku
  2. Ada (4) Perlindungan diri yaitu :

1)      Peduli terhadap control dan keuntungan yang dapat diperoleh dari behubungan dengan orang lain.

2)      Mengikuti aturan secara oportunistik dan hedonistic

3)      Berpikir tidak logis dan stereotip

4)       Melihat kehidupan sebagi “zero-sum game”

5)       Cenderung menyalahkan dan mencela orang lain

  1. (5) Komformistik

1)      Peduli terhadap penampilan diri

2)      Berfikir sterotip dan klise.

3)      Peduli akan aturan eksternal

4)      Bertindak dengan motif dangkal

5)      Menyamakan diri dalam ekspresi emosi

6)       Kurang intropeksi

  1. Perbedaan kelompok didasarkan ciri-ciri eksternal

1)       Takut tidak diterima kelompok

2)      Tidak sensitive terhadap keindividualan

3)      Merasa berdosa jika melanggar aturan

  1. (6) Seksama

1)      Bertindak atas dasar nilai internal

2)      Mampu melihat diri sebagai pembuat pilihan dan pelaku tindakan

3)      Mampu melihat keragaman emosi, motif, dan perspektif diri

4)       Peduli akan hubungan mutualistik

5)      Memiliki tujuan jangka panjang

6)      Cenderung melihat peristiwa dalam konteks social

  1. (7) Individualistik

1)      Peningkatan kesadaran individualitas

2)      Kesadaran akan konflik emosional antara kemandirian dengan ketergantungan.

3)      Menjadi lebih toleran terhadap diri sendiri dan orang lain

4)      Mengenal eksistensi perbedaan individual

5)      Mampu bersikap toleran terhadap pertentangan dalam kehidupan

6)      Membedakan kehidupan internal dan kehidupan luar dirinya

7)      Mengenal kompleksitas dirinya

  1. Otonomi

1)      Memiliki pandangan hidup sebagai suatu keseluruhan

2)      Bersikap realitas dan obyektif terhadap diri sendiri maupun orang lain

3)       Peduli akan paham abstrak, seperti keadilan social

4)       Mampu mengitegrasikan nilai-nilai yang bertentangan

5)      Peduli akan self fulfillment

6)       Ada keberanian untuk menyelesaikan konflik internal

7)      Resfek terhadap kemandirian orang lain

8)      Sadar akan adanyan saling ketergantungan dengan orang lain

9)      Mampu mengekspresikan perasaan dengan penuh keyakinan dan keceriaan
Dengan memperhatikan fase dan ciri-ciri perkembangan di atas, Sunaryo, dkk, telah mengembangkan suatu instrument untuk melacak tugas-tugas perkembangan individu. Yang dikenal dengan sebutan Inventori Tugas Perkembangan (ITP).

Selanjutnya, dengan merujuk pada pemikiran Syamsu Yusuf (2003), dibawah ini dikemukakan tahapan perkembangan individu dengan menggunakan pendekatan didaktis.
a. Masa Usia Pra Sekolah
Masa Usia Pra Sekolah terbagi dua yaitu (1) Masa Vital dan (2) Masa Estetik

1)      Masa Vital; pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Untuk masa belajar pada tahun pertama dalam kehidupan individu , Freud menyebutnya sebagai masa oral (mulut), karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan merupakan alat untuk melakukan eksplorasi dan belajar.Pada tahun kedua anak belajar berjalan sehingga anak belajar menguasai ruang, mulai dari yang paling dekat sampai dengan ruang yang jauh. Pada tahun kedua umunya terjadi pembiasaan terhadap kebersihan. Melalui latihan kebersihan, anak belajar mengendalikan impuls-impuls atau dorongan-dorongan yang datang dari dalam dirinya.

2)      Masa Estetik; dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Anak bereksplorasi dan belajar melalui panca inderanya. Pada masa ini panca indera masih sangat peka.
b. Masa Usia Sekolah Dasar

Masa Usia Sekolah Dasar disebut juga masa intelektual, atau masa keserasian bersekolah pada umur 6-7 tahun anak dianggap sudah matang untuk memasuki sekolah. Masa Usia Sekolah Dasar terbagi dua, yaitu : (a) masa kelas-kelas rendah dan (b) masa kelas tinggi.
Ciri-ciri pada masa kelas-kelas rendah(6/7 – 9/10 tahun) :
1. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi.
2. Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.
3. Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.
4. Membandingkan dirinya dengan anak yang lain.
5. Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.
6. Pada masa ini (terutama usia 6 – 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.
Ciri-ciri pada masa kelas-kelas tinggi (9/10-12/13 tahun) :

  1. Minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret.
  2. Amat realistik, rasa ingin tahu dan ingin belajar.
  3. Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal atau mata pelajaran khusus sebagai mulai menonjolnya bakat-bakat khusus.
  4. Sampai usia 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas usia ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya.
  5. Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran tepat mengenai prestasi sekolahnya.
  6. Gemar membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama. Dalam permainan itu mereka tidak terikat lagi dengan aturan permainan tradisional (yang sudah ada), mereka membuat peraturan sendiri.
  7. Masa Usia Sekolah Menengah

Masa usia sekolah menengah bertepatan dengan masa remaja, yang terbagai ke dalam 3 bagian yaitu :

  1. masa remaja awal; biasanya ditandai dengan sifat-sifat negatif, dalam jasmani dan mental, prestasi, serta sikap sosial,
  2. masa remaja madya; pada masa ini mulai tumbuh dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. Pada masa ini sebagai masa mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung dan dipuja.
  3. masa remaja akhir; setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapai masa remaja akhir dan telah terpenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja, yang akan memberikan dasar bagi memasuki masa berikutnya yaitu masa dewasa.

d. Masa Usia Kemahasiswaan (18,00-25,00 tahun)

Masa ini dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya, yang intinya pada masa ini merupakan pemantapan pendirian hidup.

2. Prinsip-Prinsip Perkembangan Inidividu
Prinip- prinsip perkembangan individu, yaitu :
1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
2. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.
3. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
4. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
5. Setiap individu normal akan mengalami tahapan perkembangan.
6. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu.
7. Bagaimana pola atau arah perkembangan inidividu?
Arah atau pola perkembangan sebagai berikut :

  1. Cephalocaudal & proximal-distal (perkembangan manusia itu mulai dari kepala ke kaki dan dari tengah (jantung, paru dan sebagainya) ke samping (tangan).
  2. Struktur mendahului fungsi.
  3. Diferensiasi ke integrasi.
  4. Dari konkret ke abstrak.
  5.  Dari egosentris ke perspektivisme.
  6.  Dari outer control ke inner control.
  7. Tugas Perkembangan Individu

Havighurst (1961) mengemukakan bahwa : “ A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the individual, succesful achievement of which leads to his happiness and to success with later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disaproval by society, difficulty with later task.
Tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa bayi dan kanak – kanak awal (0,0–6.0) adalah :
1. Belajar berjalan pada usia 9.0 – 15.0 bulan.
2. Belajar memakan makan padat.
3. Belajar berbicara.
4. Belajar buang air kecil dan buang air besar.
5. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.
6. Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.
7. Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.
8. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang lain.
9. Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.

Tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa kanak – kanak akhir dan anak sekolah (0,0–6.0) adalah :
1. Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan.
2. Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis.
3. Belajar bergaul dengan teman sebaya.
4. Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.
5. Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.
6. Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari.
7. Mengembangkan kata hati.
8. Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi.
9. Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.
Tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa remaja (21,0–21.0) adalah :
1. Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.
2. Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita.
3. Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.
4. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
5. Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.
6. Memilih dan mempersiapkan karier.
7. Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.
8. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara.
9. Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.
10. Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk/pembimbing dalam berperilaku.
Tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa dewasa awal (21,0–dst) adalah :
1. Memilih pasangan.
2. Belajar hidup dengan pasangan.
3. Memulai hidup dengan pasangan.
4. Memelihara anak.
5. Mengelola rumah tangga.
6. Memulai bekerja.
7. Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.
8. Menemukan suatu kelompok yang serasi.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Gasong, Dina.              . Dimensi Psikologi Dalam Pendidikan. Penerbit : CV. SULO. Rantepao
  2. Sudrajat,Akhmad. 2008. http://www.psb psma.org/content/blog/perkembangan-individu di kutip tanggal 24 April 2009.
  3. Yong’s. 2008. http://nurulzainab.blogspot.com/2009/01/hakikat-perkembangan.html. di kutif tanggal 24 April 2009.
  4. Bahri Syaiful, 2002 Psikologi Belajar. Rineka Cipta. Jakarta




PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

6 10 2012

PTK PAI SMA Kelas XI Pendidikan Agama Islam – sebelumnya ada beberapa ptk yang sudah saya posting, anda bisa lihat seperti ptk bahasa indonesia sd, fiqih ma, penjasorkes smp, serta yang lagi populer di baca kan orang ptk ipa sd. pai smp

Namun untuk kali ini saya memposting PTK PAI SMA Kelas XI Pendidikan Agama Islam mudah mudahan dengan adanya ptk ini anda semua terbantu dalam menyusun ptk anda,

Judul :
Penggunaan Metode Drill Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Pendidikan Agama Islam Kelas XI Di SMU Negeri 1 Batu
BAB I
PENDAHULUAN
PTK PAI SMA

A. Latar Belakang

Kiranya tidak asing lagi apabila mendengar guru-guru Agama yang menyatakan keluhan-keluhan tentang pengajaran materi pendidikan agama, khususnya di sekolah-sekolah umum. Hal ini disebabkan karena adanya faktor ketakutan dari siswa itu sendiri yang menganggap materi pendidikan agama adalah materi yang paling menyulitkan untuk dipelajari. Ketika seorang guru memberikan materi pendidikan agama saat itu juga siswa merasa kurang berminat, kurang termotivasi untuk mempelajari atau untuk menerimanya. Akibatnya, dapat mengurangi keefektifan proses belajar mengajar.

Faktor lain adalah karena basic (dasar) dari siswa. Mayoritas siswa yang belajar di sekolah-sekolah umum memiliki dasar yang minim sekali tentang pendidikan agama. Atau mereka bisa dikatakan orientasinya kepada pendidikan agama kurang. Akibatnya, ketika siswa dihadapkan pada materi agama khususnya baca Al-Qur’an, siswa akan mengalami kesulitan pada proses belajarnya.

Demikian juga alokasi waktu yang diberikan untuk mata pelajaran PAI di sekolah-sekolah umum (1 x pertemuan dalam seminggu / 2 x 45 menit). Bagaimana mungkin siswa dapat membaca dengan fasih, menulis dengan tepat dan benar, menghafal dengan cepat. Dengan latar belakang basic agama yang minim sekali sementara waktu yang diberikan untuk materi pendidikan agama sangat sedikit sekali. Hal inilah yang menjadi penghalang ketercapaian hasil yang memuaskan. Akan berbeda sekali dengan siswa madrasah pada umumnya yang telah memiliki latar pendidikan agama. Lebih mudah untuk membaca, mudah dalam menulis dan menghafal sehingga tidak terdapat kesulitan-kesulitan untuk mempelajari materi pendidikan agama.

Berdasarkan fenomena-fenomena di atas sebagai gambaran problema dalam memperoleh efektifitas dan efisien pembelajaran materi pendidikan agama, maka disini penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut melalui pendekatan teoritis dan empirik. Maka dari itu disini penulis mencoba untuk mengambil judul “Penggunaan Metode Drill Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Pendidikan Agama Islam Kelas II-1 Di SMU Negeri 1 Batu”. Dari sini diharapkan dapat menemukan pemecahannya sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan yang hendak di kaji dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah penggunaan metode drill dapat mengatasi kesulitan belajar pada materi Pendidikan Agama Islam?
2. Bagaimana pelaksanaan metode drill dalam mengatasi kesulitan belajar pada materi Pendidikan Agama Islam yang diberikan pada siswa kelas II-1 di SMU Negeri 1 Batu?

C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan masalah yang hendak di kaji tersebut, maka peneliti ini bertujuan untuk :
1. Memperoleh konfirmasi apakah metode drill dapat mengatasi kesulitan belajar materi Pendidikan Agama Islam siswa kelas II-1 di SMU Negeri 1 Batu.
2. Mengetahui bagaimana peaksanaan metode drill materi Pendidikan Agama Islam siswa kelas II-1 di SMU Negeri 1 Batu.

D. Hipotesis
Dengan menggunakan Metode Drill materi Pendidikan Agama Islam dapat mempermudah belajar siswa kelas II-1 di SMU Negeri 1 Batu.
E. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian, diharapkan dapat meberikan manfaat, antara lain :
1. Lembaga
Sebagai pemberi informasi tentang hasil dari penggunaan metode drill dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam, serta sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga dalam memberikan kebijakan kepada para guru dalam penyampaian materi Pendidikan Agama Islam.

2. Guru
Agar guru lebih mudah dalam menyampaikan materi yaitu secara praktis, efektif dan efesien dalam mencapai hasil pembelajaran yang maksimal, serta untuk menmbah wawasan tentang penggunaan metode pembelajaran.
3. Siswa
Siswa agar lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan guru serta lebih mudah dalam memotivasi kegiatan belajar materi Pendidikan Agama Islam untuk direalisasikan dalam kehidupannya..

F. Sistematika Pembahasan

BAB I Pendahuluan, pada bab ini memaparkan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, hipotesis penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika pembahasan.

BAB II Kajian Pustaka, pada bab ini memaparkan tentang pengertian, unsur-unsur, tujuan, kebaikan, kelemahan, dan penggunaan metode drill dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

BAB III Metode Penelitian, pada bab ini memaparkan tentang pendekatan dan jenis penelitian, tahapan penelitian, siklus penelitian, pembuatan instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, pengecekan keabsahan data, indikator kinerja.

BAB IV Paparan Data dan Hasil Penelitian, pada bab ini memaparkan tentang lokasi penelitian dan hasil penelitian yang meliputi penyajian data-data yang diperoleh dari lapangan.

BAB V Penutup, pada bab ini memaparkan tentang kesimpulan dari hasil penelitian serta saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan Pendidikan Agama Islam khususnya dalam metode pengajarannya.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
PTK PAI SMA

A. Metode Drill

1. Definisi Metode Drill
Sebelum mendefinisikan tentang metode drill terlebih dahulu mengetahui tentang metode mengajar itu sendiri. Metode mengajar adalah cara guru memberikan pelajaran dan cara murid menerima pelajaran pada waktu pelajaran berlangsung, baik dalam bentuk memberitahukan atau membangkitkan. Oleh karena itu peranan metode pengajaran ialah sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. Dengan metode ini diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan mengajar guru, dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif antara guru dengan siswa. Dalam interaksi ini guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing, sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi ini akan berjalan dengan baik jika siswa lebih aktif di bandingkan dengan gurunya. Oleh karenanya metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar siswa dan sesuai dengan kondisi pembelajaran.

Salah satu usaha yang tidak boleh ditinggalkan oleh guru adalah bagaimana guru memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen yang mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Kerangka berpikir yang demikian bukanlah suatu hal yang aneh tetapi nyata dan memang betul-betul dipikirkan oleh guru.

Dari definisi metode mengajar, maka metode drill adalah suatu cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari.

Dalam buku Nana Sudjana, metode drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu ketrampilan agar menjadi bersifat permanen. Ciri yang khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama.

Dengan demikian terbentuklah pengetahuan-siap atau ketrampilan-siap yang setiap saat siap untuk di pergunakan oleh yang bersangkutan.

2. Macam-Macam Metode Drill
Bentuk- bentuk Metode Drill dapat direalisasikan dalam berbagai bentuk teknik, yaitu sebagai berikut :
• Teknik Inquiry (kerja kelompok) Teknik ini dilakukan dengan cara mengajar sekelompok anak didik untuk bekerja sama dan memecahakan masalah dengan cara mengerjakan tugas yang diberikan.
• Teknik Discovery (penemuan) Dilakukan dengan melibatkan anak didik dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, diskusi.
• Teknik Micro Teaching Digunakan untuk mempersiapkan diri anak didik sebagai calon guru untuk menghadapi pekerjaan mengajar di depan kelas dengan memperoleh nilai tambah atau pengetahuan, kecakapan dan sikap sebagai guru.
• Teknik Modul Belajar Digunakan dengan cara mengajar anak didik melalui paket belajar berdasarkan performan (kompetensi).
• Teknik Belajar Mandiri Dilakukan dengan cara menyuruh anak didik agar belajar sendiri, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

3. Tujuan Penggunaan Metode Drill
Metode Drill biasanya digunakan untuk tujuan agar siswa :
• Memiliki kemampuan motoris/gerak, seperti menghafalakan kata-kata, menulis, mempergunakan alat.
• Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan.
• Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan yang lain.

4. Syarat-Syarat Dalam Metode Drill
• Masa latihan harus menarik dan menyenangkan.
a. Agar hasil latihan memuaskan, minat instrinsik diperlukan.
b. Tiap-tiap langkah kemajuan yang dicapai harus jelas.
c. Hasil latihan terbaik yang sedikit menggunakan emosi
• Latihan –latihan hanyalah untuk ketrampilan tindakan yang bersifat otomatik.
• Latihan diberikan dengan memperhitungkan kemampuan/ daya tahan murid, baik segi jiwa maupun jasmani.
• Adanya pengerahan dan koreksi dari guru yang melatih sehingga murid tidak perlu mengulang suatu respons yang salah.
• Latihan diberikan secara sistematis.
• Latihan lebih baik diberikan kepada perorangan karena memudahkan pengarahan dan koreksi.
• Latihan-latihan harus diberikan terpisah menurut bidang ilmunya. PTK PAI SMA





Hello world!

23 09 2012

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!